April 2006


ENREKANG, Upeks—Gubernur Sulsel, HM Amin Syam, dipastikan akan membuka secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXIV di Kabupaten Enrekang, yang akan dibuka Sabtu malam (29/4).

Seluruh khafilah dari 23 kabupaten/kota di Sulsel, dipastikan ikut dalam acara tersebut. Bahkan semua kontingen sudah bersosialisasi dan mengadakan penyesuaian kondisi di lapangan. Hal tersebut tidak terlepas dari kesiapan panitia untuk menerima tamu yang berlangsung 24 jam. Bahkan seluruh kontingen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan panitia.
Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung, saat melankukan peninjauan di lokasi MTQ mengatakan, Enrekang tidak hanya siap menjadi tuan rumah yang baik, tapi juga siap meraih juara umum seperti prestasi yang lalu-lalu pada tingkat MTQ di Kota Makassar dan di Kabupaten Wajo.
“Sebagai tuan rumah yang baik, tentu merupakan penghormatan tersendiri bagi Pemda Enrekang, bersama masyarakat Enrekang, atas kehadiran para khafilah kabupaten lain. Dan seluruh persiapan telah rampung 100%, baik itu stand pameran maupun kesiapan lainnya,” ujarnya.
Dari informasi dari panitia, pelantikan dewan hakim dan technikal meeting para ketua kontingen sudah dilakukan, dan rencananya Sabtu (29/4) akan diadakan pawai Ta’ruf kontingen bersama seluruh unit kerja sepanjang 3 km. (Samsul Haliq)

ENREKANG, Upeks—Terkait dengan peningkatan pengembangan managemen pendidikan di Kabupaten Enrekang, lembaga USAID-Indonesia, menggelar lokakarya RPS II (Rencana Pengembangan Sekolah), Senin (24/4) kemarin.

Lokakarya yang rencananya berlangsung selama Tiga hari tersebut, dibuka langsung wakil bupati Enrekang, H Lody Sindangan MSi. Program USAID menurut koodinatornya, Suharto, sangat didukung pemerintah daerah, terbukti dengan disediakannya tempat pelatihan, termasuk dana pendamping APBD tahun 2006.
Selanjutnya, wakil bupati Enrekang, H Lody Sindangan MSi, dalam sambutannya mengatakan, dalam merangsang mutu pendidikan siswa di Enrekang, pemda telah melakukan Momerandum of Understanding (MoU), antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang, untuk melakukan beberapa perbaikan gedung sekolah dasar sampai menengah atas negeri, maupun swasta pada Sembilan Kecamatan dengan dana Rp16,28 miliar.
Dana tersebut dipersiapkan untuk membantu proses belajar mengajar, dalam upaya peningkatan pemberdayaan managemen sekolah, sehingga sekolah tersebut berkembang. (Syamsul Haliq)

Enrekang, Tribun — Jumlah peserta yang akan menyemarakkan pelaksanaa musabaqah tilawatul Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulsel di Kabupaten Enrekang sebanyak 2.292 orang.
Jumlah tersebut merupakan anggota 23 kafilah (kontingen) dari kabupaten dan kota di Sulsel. Masing-masing kafilah terdiri atas 55 orang.
Menurut Kabag Humas Pemkab Enrekang A Sujasman, Minggu (23/4), menjelaskan, dewan hakim dari provinsi sebanyak 65 orang, panitia provinsi 60 orang, dan panitia lokal 133 orang.

“Panitia menyiapkan undangan sekitar seribuan orang,” jelas tambah Kepala Infokom Enrekang Arfah Rauf. Panitia juga katanya, telah menyiapkan sekitar 200 rumah penduduk untuk penginapan peserta.
Setiap kafilah akan disiapkan tujuh hingga delapan rumah sedangkan panitia, dewan hakim, dan undangan dari provinsi disiapkan hotel atau penginapan khusus.
Menurut Sujasman, peserta tuna netra dibatasi oleh umur 14 sampai 40 tahun. Selain cacat tuna netra, panitia menyiapkan cabang kanak-kanak (7-12 tahun), remaja (14-21 tahun), dewasa (22-40 tahun), dan golongan qiraat Al Quran (40 tahun).
Cabang lainnya yang dipertandingkan adalah hifzil Quran, tafsir Quran, fahmif Quran, syarif Quran, Qasidah, dan khatil Quran.
Jenis kegiatan lainnya yang mengisi MTQ ini, antara lain pameran tiap kafilah dan rekreasi ke obyek wisata permandian alam Lewaja.
Acara pembukaan akan dirangkai dengan pawai ta’ruf dan demonstrasi gerak-tari ratusan pelajar SMP dan SMA se-Enrekang. (rip)

Enrekang, Tribun — Pelaksanaan pekan imunisasi nasional (PIN) V di Kabupaten Enrekang melampaui target yang ditetapkan dinas kesehatan.
Target PIN V di Enrekang adalah memberi imunisasi kepada sebanyak 21.101 bayi di bawah usia lima tahun (balita). Pada pelaksanaannya panitia PIN yang berlangsung 12-18 April itu telah memberi imunisasi kepada 22.346 balita.
Staf pengelola imunisasi Dinas Kesehatan Enrekang Syahril mengatakan, Jumat (21/4), hasil pelaksanaan PIN V masuk ke panitia PIN sejak Selasa (18/4).

Syahril mengatakan, semua balita yang diberi imunisasi tidak ada yang ditemukan terjangkit polio. “Pernah ada yang diduga terjangkit polio, tetapi setelah diperiksa intensif ternyata anak tersebut hanya mengalami kelainan fisik karena kecelakaan,” katanya.
Dinkes Enrekang menyiapkan sebanyak 285 pos PIN yang tersebar di sembilan kecamatan untuk menyukseskan pelaksanaan PIN tersebut. (rip)

MAKASSAR, Upeks—Guna menyukseskan program Pemprov Sulsel, Gerbang Emas, PT Megah Putra Sejahtera (MPS) Grup, dealer mobil Suzuki, lewat salah satu anak perusahaannya PT Megatama Sejahtera, mulai melakukan ekspor kopi arabika. Tidak tanggung-tanggung, MPS menargetkan ekspor 1.000 ton kopi 2006 ini.
Negara-negara yang dituju diantaranya Amerika, Jepang dan Eropa.

Menurut General Manager PT Megatama Sejahtera, Hendra Suwiptandy di kantornya, Rabu (19/4) kemarin, untuk memenuhi target ekspor tersebut maka pihaknya akan membeli kopi petani dari Dua daerah yaitu Tator dan Enrekang, dimana kedua daerah ini sangat dikenal dengan produksi kopinya.
Untuk mendukung kelancaran pembelian hasil produksi petani kopi di Enrekang dan Tator, perusahaan ini telah menggaet 15 koperasi masing-masing Tujuh dari Enrekeng dan Delapan koperasi dari Tator. “Tujuannya agar mekanisme tata niaga lebih lancar, mengingat koperasi telah dikenal masyarakat hingga petani.” katanya.
Hendra juga mengungkapkan, perusahaannya berkecimpung di bidang ekspor kopi kurang lebih 27 tahun, hanya saja baru belakangan ini agak gencar lantaran pasar dunia mulai membaik. (Abdullah)

Enrekang, Tribun — Sebanyak 129 pemegang tabungan haji di Kabupaten Enrekang masuk dalam daftar tunda pemberangkatan ibadah haji tahun ini.
Meski demikian, Departemen Agama (Depag) Enrekang belum menerima permohonan pembatalan keberangkatan haji dari pemilik tabungan haji.

Menurut staf seksi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah Depag Enrekang, Amir, hingga, Selasa (18/4), tercatat sebanyak 306 mendaftar calon jamaah haji (CJH) di kantornya. Kuota haji Enrekang tahun ini sebanyak 177 orang.
Pemerintah setempat memberangkatkan sebanyak 252 CJH pada tahun lalu. “Tetapi ada satu yang meninggal di Madinah sehingga yang tercatat sebanyak 251 orang saja,” kata Amir. (rip)

ENREKANG, Upeks—Berbagai kasus korupsi yang sudah dilakukan pemberkasan se-panjang Tiga tahun lalu dari pihak Polres Enrekang disinyalir macet, hal tersebut diungkapkan Kasat Serse AKP Musa di ruang kerjanya Kamis (12/4)

Keterangan Kasat Serse tersebut menjawab sejumlah pertanyaan ma-syarakat, terhadap penanganan kasus korupsi dana Kredit Usaha Tani (KUT) oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Gausulo Kec Maiwa dan dana eksodus oleh mantan Kasi Penanganan Sosial, Aleksander, yang belum dilimpahkan.
Berdasarkan informasi beberapa pihak yang diterima Upeks, berkas kasus korupsi KUT yang telah dirampungkan berkas penyi-dikannya sebanyak Lima berkas, kesemuanya telah dikeluarkan P21 dan dua diantaranya sudah diputus pengadilan. Sedangkan berkas kasus dugaan korupsi lainnya sebanyak Tiga kasus sampai sekarang belum dilimpahkan ke Pengadilan, termasuk berkas penyidikan kasus dugaan korupsi dana eksodus Dinas Sosial sampai sekarang P21 belum dikeluarkan kejaksaan negeri Enrekang.
Mendapat sorotan tajam masyarakat, pihak Kejari Enrekang melalui Kasi Intel Andarias SH, meskipun sempat menyarankan untuk bertemu langsung Kajari yang kebe-tulan sedang berda di Makassar, Minggu (16/4) masih sempat menjelaskan, “Kasus dugaan korupsi KUT yang sudah dilimpahkan kepengadilan sebanyak Empat kasus, Dua sudah tahap putusan, Dua dalam tahap tuntutan dan Satu kasus sudah P21 masih ada di pihak kepolisian (Polres Enrekang) dan belum dikembalikan ke Kejaksaan.” Sedangkan menyangkut kasus dana eksodus, Andarias mengaku tidak tahu. (Syamsul Haliq)

Enrekang, Tribun — Ibukota Kabupaten Enrekang masuk peringkat 10 besar kategori kota kecil terbersih berdasarkan hasil penilaian tim Bangun Praja Adipura Tingkat Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sumapapua).
Hasil penilaian Tim Bangun Praja Regional Sumapapua itu akan diikutkan dalam penilaian secara nasional untuk mendapatkan adipura.
Penilaian untuk mendapatkan adipura akan dilakukan oleh tim terpadu lintas departemen pemerintah pusat yang akan dilaksanakan akhir April ini.
Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung meminta kepada semua pihak untuk partisipasi mendukung program kebersihan yang dia galakkan dengan harapan Kota Enrekang mendapat penghargaan kebersihan, adipura.

La Tinro menargetkan bisa merebut piala Adipura tahun ini. Untuk itulah pemerintah menciptakan motto, Enrekang sebagai kota terbersih, indah, tertata rapi, dan teduh.
“Motto itu menjadi beban dan tanggung jawab moral bersama pemerintah dan masyarakat di daerah ini. Warga Enrekang diharap proaktif untuk mengambil peran nyata dalam program membersihkan kota,” katanya, Sabtu (15/4).
Pemkab Enrekang akan menggelar kerja bakti mulai 11-25 April untuk memberantas sampah di kota ini. Pemerintah mewajibkan kepada warga Kota Enrekang untuk membersihkan arel di sekitar lingkungan rumah masing-masing. (rip)

Makassar, Tribun – Daya tarik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda tampaknya tidak hanya merebut perhatian aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kepemudaan. Lembaga yang didirikan di Sulsel ini juga memiliki daya tarik besar di kalangan legislator. Buktinya, tujuh anggota DPRD Enrekang menjadi deklaratornya.

ICMI Muda Enrekang dideklarasikan Selasa (18/4) lalu. Di antara deklarator ICMI Muda di Enrekang, terdapat delapan anggota DPRD. Mereka adalah Nursyamsi (PAN), Budi Jaya Palisuri (Golkar), Muh Idris Sadik (Golkar), M Mustamin Amri (PKS), Rubing (PPP), Muh Nurman AS (PPNUI). Bahkan, Wakil Ketua DPRD Enrekang Syafruddin ikut jadi deklarator.

Keterlibatan leguslator dalam mendeklarasikan ICMI Muda bukan hanya terjadi di Enrekang. Di Makassar, anggota DPRD dari PPDK Syamsu Rizal dan Mukhtar Djuma dari PDIP ikut mendeklarasikan ICMI Muda di kota ini. Di Toraja, Ketua DPD PKS setempat juga menjadi deklaratornya.

Sedangkan di Gowa, tiga anggota KPU ikut membidangi lahirnya ICMI Muda di daerah ini. Di Selayar, anggota fraksi PAN mendeklarasikan tercatat sebagai deklarator ICMI Muda. Di Takalar, Ketua DPC PBB dan Ketua DPD Partai Patriot juga menjadi deklarator ICMI Muda.

Kendati diwarnai partai politik, Koordinator Tim Kerja Nasional (Tiknas) ICMI Muda, AM Iqbal Parewangi, menjamin ICMI Muda tetap independen. Justru warna-warni partai politik itu akan semakin memperkuat ICMI Muda. Dia menegaskan bahwa ICMI Muda berbeda dengan ICMI “tua” yang pernah didominasi warna tertentu.

“Sejak awal kami sampaikan kepada sahabat-sahabat yang telah dan akan mendeklarasikan ICMI Muda untuk memperhatikan empat prinsip pelangi ICMI Muda dalam penyusunan personalia deklarator,” jelas Iqbal.

Empat unsur pelangi dimaksud adalah, pelangi profesi, pelangi organisasi, pelangi keilmuan, dan pelangi politis. Selain sifat pelangi ini, Iqbal juga menjamin ICMI Muda akan selalu berada pada jalur independen. “ICMI Muda tidak akan terkooptasi dari unsur-unsur politik tertentu,” jelas Iqbal. (bie)