Hukum dan Kriminal


ENREKANG– Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang yang baru, Asnawi SH berjanji mundur dari jabatannya jika selama di Enrekang gagal melaksanakan tugas pokok, khususnya dalam hal penegakan hukum dan mengungkap kasus korupsi.Hal itu diungkapkan Asnawai di depan wartawan di ruang kerjanya, Jumat 18 April kemarin. Menurut dia, setiap kejari telah ditarget dari Kejakgung dalam penanganan kasus korupsi.

Jika target tidak tercapai dalam satu tahun kepemimpinan, maka Asnawi berjanji segera meletakan jabatan. “Kami diberi target untuk menangani minimal tiga kasus korupsi dalam satu tahun. Saya optimis bisa memenuhi target itu. Kkalau tidak, saya akan mundur,” tegasnya.

Dalam memenuhi target tersebut lanjutnya, Kejari mulai mengumpulkan data intelijen kejaksaan pada beberapa kasus di Enrekang yang disinyalir terdapat dugaan korupsi.

“Saat ini kita menargetkan dua kasus dugaan korupsi. Namun itu masih dalam tahap penyidikan. Jadi saya belum bisa mengungkapkannya dengan alasan kehilangan jejak,” paparnya.

Ditemui terpisah, Kasi Intel Kejari Enrekang, Andarias SH mengungkapkan, pada 2007 lalu, Kejari Enrekang berhasil menangani dua kasus dugaan korupsi masing-masing kasus program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (PKPS BBM) senilai Rp75 juta dan kasus dana properti Pasar Sudu senilai Rp530 juta. (k4)

ENREKANG– Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Enrekang masih tergolong tinggi. Dari Januari hingga Maret 2008, kasus lakalantas yang ditangani Polres Enrekang sebanyak tujuh kasus. Tiga di antaranya meninggal, dua luka berat, dan dua luka ringan. Tingginya angka lakalantas tersebut disebabkan kondisi geografis Enrekang yang didominasi gunung dan perbukitan.

Titik rawan lakalantas juga dianggap cukup banyak. Dalam sepekan terakhir, satu korban meninggal diakibatkan kondisi jalan yang berlubang, di depan kantor Bupati Enrekang. Kemudian ketiga korban meninggal tersebut, masing-masing Lasmauli, H Sanawiah, dan Hasan Tuwo.

Menurut Kaurbin Ops Lantas Polres Enrekang, Iptu Syafruddin, jika dilihat dari kejadiannya, lakalantas di Kabupaten Enrekang sebenarnya tergolong rendah. Namun potensi meninggal setiap ada kasus cukup besar. “Kasus kematian kecelakaan lalu lintas ini, ada yang diakibatkan jalan rusak dan kelalaian pengemudi,” kata Syafruddin.

Dalam mengatasi dan menekan angka lakalantas tersebut menurut dia, Satlantas berencana melakukan penertiban pengendara motor, terutama mereka yang selama ini tidak memiliki SIM dan kelengkapan kendaraan lainnya. (k4)

ENREKANG– Sindikat pencurian ternak (curnak) yang selama ini dianggap cukup meresahkan masyarakat Kabupaten Enrekang mulai terbongkar. Itu terjadi setelah aparat Polres berhasil mengamankan dua warga yang teridentifikasi terlibat kejahatan. Bahkan dalam membongkar aktivitas sindikat tewrsebut, Polres Enrekang bekerja sama dengan Polresta Makassar Timur.

Kapolres Enrekang, AKBP Endi Sutendi mengatakan, sebelumnya telah mensinyalir adanya sindikat pencurian sapi di daerahnya berdasarkan hasil pengembangan terhadap dua pelaku pencurian sapi yang ditangkap beberapa waktu yang lalu.

Kini kedua tersangka telah menghuni sel tahanan Polres Enrekang, Suardi alias Daeng Nai, 55 tahun dan Mustakim bin Saraba, 32 tahun. “Suardi ditangkap di Desa Batu Kede, 24 Maret lalu, sementara Mustakim di Makassar sehari sebelumnya.

Keduanya ditangkap bersama barang bukti seekor sapi dan satu mobil AVP yang dipakai dalam beroperasi,” katanya.

Sesuai pengakuan Suardi menurut Kapolres, terungkap kalau dalam beraksi, pelaku berjumlah delapan orang dengan menggunakan dua mobil yang dipersiapkan untuk mengangkut sapi hasil curian.

Polres Enrekang kemudian berkoordinasi dengan Polres Makassar Timur melakukan sweeping dan menemukan mobil AVP mengangkut sapi dan gelagat para penumpang mobil sangat mencurigakan.

“Saat dilakukan pemeriksaan sopir, Mustakim tidak dapat menunjukkan dokumen resmi sehingga kami langsung menahannya, sementara penumpang lainnya melarikan diri,” katanya. Meski demikian barang bukti seekor sapi dan mobil yang dipakai disita untuk pengembangan kasus tersebut,” imbuhnya. (k4)

ENREKANG– Puluhan alat takar pedagang disita petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (PPD) Enrekang dalam operasi yang dilakukan, akhir pekan lalu.Kepala Dinas (Kadis) PPD Enrekang, Drs Irfan Barung mengatakan, alat takar tersebut terdiri atas liter, alat ukur kaleng, serta alat timbangan, berupa dacing logam.

Alat ukur itu menurut dia, selanjutnya dimusnahkan karena sudah tidak sesuai dengan volumenya. Penyitaan dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan masyarakat. “Misalnya liter. Ada pedagang yang menambal semen di dalamnya sehingga mengurangi volume saat digunakan. Ada juga yang memasukan kardus di dalam takaran. Ini harus dimusnahkan,” ujar Irfan Barung.

Selain itu lanjut dia, timbangan pedagang yang belum ditera juga disita petugas PPD untuk diamankan di kantor camat kemudian ditera. Alat takaran dimaksud kata Irfan, disita di beberapa pasar tradisional di Enrekang, seperti Pasar Baraka, Sudu, dan Pasar Enrekag.

Di pasar Baraka lanjutnya, petugas berhasil menyita satu buah dacing logam, 57 buah liter serta 34 alat takar kaleng. Sementara pasar Enrekang, petugas hanya menyita dua buah liter, pasar Sudu juga 20 buah liter.

“Operasi ini dilakukan karena banyaknya pengaduan masyarakat yang mengeluhkan adanya oknum pedagang yang berbuat curang. Bahkan bupati sering mendapat keluhan masyarakat. Makanya kita melakukan operasi,” ungkapnya. (k4)

ENREKANG–Maraknya aksi judi sabung ayam di Pasar Sudu Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang akhir-akhir ini, membuat Polres Enrekang turun tangan untuk membasmi penyakit masyarakat ini.Hasilnya, setelah melakukan pengamatan beberapa hari, petugas akhirnya berhasil mengamankan dua pelaku, masing-masing Anwar dan Baba. Kedua pelaku ini kini telah meringkuk di ruang tahanan Mapolres Enrekang, sejak kemarin.

Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muh Natsir Syafri mengatakan bahwa kedua pelaku tersebut telah terbukti melakukan perbuatan yang melanggar pasal 303 tentang judi dengan ancaman 5 tahun penjara.

Menurut Natsir, kedua tersangka di tangkap dilokasi Pasar Sudu, kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, saat ditangkap, pelaku sedang asik melakukan sabung ayam.

“Kedua tersangka telah mengakui perbuatannya, dan sementara kita melakukan proses penyelesaian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk dilimpahgkan ke pengadilan,” ujar Muh Natsir.(k4)

ENREKANG– Kecelakaan lalu lintas menelan korban jiwa terjadi di Kota Enrekang, Jumat 15 Februari kemarin, di depan Kantor Dinas Kesehatan. Korban diketahui bernama drg Lasmauli Siahaan, satu-satunya dokter gigi di Puskesmas Kecamatan Enrekang.Menurut saksi mata, korban keluar dari halaman kantornya rencana pulang ke rumahnya. Namun dalam perjalanan menggunakan motor DD 6203 CD, dia mengalami kecelakaan. Saat motor korban berada di jalan raya, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk bermuatan pasir langsung menggilasnya.

Dokter beranak dua itu terseret ban belakang truk sejauh sekitar 20 meter. Seketika korban tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Perut korban hancur tergilas ban truk DD 9864 D itu.

Motor korban juga rusak parah. Hasil pengukuran TKP, korban terseret mobil hingga 30 meter,” ujar Kasat Lantas Polres Enrekang, Iptu Muhiddin di TKP.

Selain itu, petugas juga langsung mengevakuasi mayat korban ke rumah sakit. Saat itu pula, mobil pemadam kebakaran langsung membersihkan darah korban yang berceceran di jalan.

Saat kejadian, pengemudi truk, Nurdin, 41 tahun, asal Parepare langsung menyerahkan diri ke Polres Enrekang yang kebetulan tidak jauh dari TKP. “Korban saat itu keluar dari halaman kantornya (Puskesmas Enrekang red) tiba-tiba tergilas ban belakang mobil saya,” ujar Nurdin yang ditemui di ruang sel Mapolres Enrekang. (k4)

MAKASSAR — Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Enrekang, Rubing mendesak aparat hukum, seperti kejaksaan dan kepolisian mengusut sejumlah proyek besar yang bermasalah di Kabupaten Enrekang.Salah satunya yakni, proyek pembangunan kantor Bupati Enrekang yang menelan anggaran Rp4 miliar yang dialokasikan tahun 2006-2007.

Anggota DPRD Enrekang ini menjelaskan, proyek kantor bupati tersebut sesuai schedul harusnya rampung Desember 2007 lalu. Hanya saja, sampai memasuki 2008, proyek tersebut belum juga rampung.

“Itu artinya proyek tersebut bermasalah. Anehnya, tidak ada warning atau sanksi bagi pelaksana proyek tersebut. Untuk itu, aparat hukum perlu mengusutnya,” tegas Rubing, belum lama ini di Makassar.

Ironisnya lagi, ditambahkan Rubing, proyek pembangunan kantor bupati tersebut di tahun 2008, akan diberikan kepada kontraktor yang sama untuk mengerjakan. Padahal seharusnya, lanjut dia, pihak Pemkab Enrekang, memblacklist pelaksana proyek tersebut dan menunjuk kontraktor lain yang lebih profesional.

“Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Kontraktor tersebut tidak diberikan sanksi, namun terus diminta untuk melanujutkan,” tegasnya.

Selain kantor bupati, Rubing juga mendesak diusut sejumlah proyek bermasalah lainnya di Enrekang. Di antaranya, proyek pengerjaan jalan poros Baraka-Banti Bungin yang semula alokasi anggarannya mencapi Rp12 miliar kemudian direvisi menjadi Rp4 miliar yang hingga kini belum rampung.

“Begitu juga dengan stadion mini yang sudah menelan anggaran miliaran rupiah tetapi belum dapat difungsikan dan digunakan masyarakat. Selain itu, proyek pasca bencana yang menelan anggaran miliaran rupiah juga dikelola secara tidak transparan,” tambahnya.

Kondisi itu membuat legislator asal PPP ini mendesak Bawasda, Kejaksaan dan pihak kepolisian untuk memeriksa Kadis Pekerjaan Umum (PU) Enrekang, Ir Sugihardjo, Ketua Panitia Tender yang juga Kepala Bidang Kimpraswil Dinas PU Enrekang, Ir Beny Mansyur MT.

Proyek-proyek bermasalah itu juga diprotes Ketua Forum Peduli Masserempulu (Fopmass) Enrekang, Ahmad M. Bahkan Ahmad mengaku menyesalkan adanya proyek bermasalah di Kabupaten Enrekang yang telah menelan anggaran miliaran rupiah.

Sementara Beny Mansyur yang dikonfirmasi via ponselnya, membantah jika proyek-proyek tersebut bermasalah. Menurut dia, proyek-proyek yang disorot merupakan proyek yang pengerjaannya jangka panjang.

“Itu proyek multiyears, jadi tidak benar kalau bermasalah,” ungkap singkat. Dia menantang aparat hukum untuk melakukan penyelidikan jika benar proyek-proyek yang disoroti PPP terdapat keganjalan. (syn)

ENREKANG — Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulsel Airifin Daud, diperiksa oleh penyidik Mapolres Enrekang, Sabtu 19 Januari, terkait dugaan penyimpangan bantuan sapi, yang disalurkan di Kabupaten Enrekang tahun 2006 lalu.Arifin Daud diperiksa tiga jam di ruang Kanit Tipikor Polres Enrekang. Usai pemeriksaan, Arifin Daud langsung meninggalkan Polres Enrekang, sehinga tidak dapat dimintai komentarnya. Saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Arifin Daud menjelaskan bahwa kehadirannya di Mapolres Enrekang, sebatas memberikan pelurusan terkait masalah bantuan sapi itu. Menurut dia, bantuan sapi 530 ekor yang disalurkan ke Kabupaten Enrekang tahun 2006 lalu, sudah sesuai prosedur. Dia juga membantah jika sapi tersebut ada yang dialihkan ke salah satu pesantren di Kecamatan Maiwa Enrekang.

“Tidak ada sebenarnya masalah dalam penyalurannya, mekanismenya kan kelompok tani mengusulkan ke Dinas Pertanian Kabupaten, kemudian Dinas Pertanian Kabupaten melanjutkan ke Provinsi, dalam hal ini Dinas peternakan, atas usulan itulah kami menyalurkan sapi itu ke Enrekang,” kata Arifin Daud.

Sementara itu, Kapolres Enrekang AKBP Endi Sutendi yang dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan terhadap Arifin Daud. Hanya saja kata dia, sampai saat ini Polres masih dalam tahap pemanggilan semua pihak yang terkait dalam penyaluran sapi tersebut. “Kita akan panggil semua pihak yang terkait dalam penyaluran sapi itu, hasil pemeriksaan itu nantinya akan kita pilah-pilah mana yang bisa dijadikan tersangka,” ungkap Kapolres. (k4)

ENREKANG(Fajar) — Mery, salah satu karyawan di Bank BRI Cabang Enrekang, menjadi korban tabrak lari saat menumpang ojek di jalan Sultan hasanuddin Bamba Enrekang, Jumat 11 Januari kemarin.Mery yang dibonceng oleh tukang ojek, yang diketahui bernama Paci itu, mengalami luka yang cukup serius dibagian kepalanya. saat kejadian, Mery sempat terjerembab ke dalam badan jalan, setelah ditabrak dari belakang oleh motor dengan Nomor Polisi DD 2516 GT itu.

Mery saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit Massenrempulu Enrekang. Sementara Paci mengalami luka di bagian kaki, empat jari kaki kanan Paci nyaris terputus. Saat kejadian, pelaku yang menabrak Mery bersama tukang ojek itu, kabur meninggalkan motornya. Kasus lakalantas ini sementara ditangani pihak Kepolisian.

Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP Djamaluddin yang dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tabrakan tersebut. “Kasus ini sudah kami tangani dan sementara diproses,” ungkap Djamaluddin.(k4)

Enrekang(fajar) — Puluhan pelaku pengeroyokan terhadap Dg Naba, salah satu pekerja bagunan asal Makassar, pada malam pergantian tahun , Selasa 1 Januari lalu, kini masih buron. Sementara beberapa saksi yang sudah berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian, saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. Hanya saja polisi belum bersedia memberikan nama pelaku yang telah tertangkap tersebut, termasuk pelaku yang masih buron, dengan alasan kasus ini masih dalam tahap pengembangan.

Sekadar diketahui, pada malam perayaan pergantian tahun, Selasa Dinihari, terjadi pengeroyokan terhadap Dg Naba di jalan Kemakmuran Kota Enrekang. Saat itu, puluhan pemuda terlibat aksi pengeroyokan, yang mengakibatkan Dg Naba harus dirujuk ke RS Wahidin Makassar karena menderita luka di sekujur tubuhnya.

Kapolsek Enrekang, AKP Ustim Pangarian, yang ditemui wartawan selasa malam, mengatakan pihaknya masih memeriksa dan mengambil keterangan beberapa saksi-saksi.

“Kita baru mengambil keterangan dari beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti,” kata Ustim. Dihubungi terpisah, Rabu 2 Januari Kasat Reskrim Enrekang, AKP Muh Natsir S mengatakan bahwa Polres Enrekang saat ini, juga telah menangani kasus ini, dan pihaknya masih terus melakukan pengembangan tersangka. ” Saat ini kita masih melakukan pengembangan-pengembangan dan baru memeriksa dan mengambil keterangan dari saksi-saksi,” Kata Natsir. (k4)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.