MAKASSAR –Pelaksanaan Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) di Sulsel kurang bisa berjalan sempurna.
Berbagai hambatan dan kendala mulai mewarnainya. Di antaranya keterbatasan permodalan dan daerah pemasaran komoditi yang dikembangkan.

Kedua hal ini mesti dicarikan solusi dan jalan keluar yang lebih tepat untuk mensukseskan program ini.

Hal itu mengemuka dalam Evaluasi Gerbang Emas yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo di Hotel Makassar Golden Hotel (MGH), Kamis, 13 Januari kemarin.

Rapat evaluasi itu sendiri dihadiri sejumlah bupati dan walikota di Sulsel seperti Bupati Enrekang, Latinro Latunrung, Bupati Wajo, Andi Asmidin, dan beberapa kepala daerah lainnya.

“Di Enrekang yang menjadi hambatan adalah masih terbatasnya pemasaran. Produksi komoditi di daerah ini cukup bagus, tetapi tidak didukung oleh pasar yang menjamin,” kata Latinro.

Wakil Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga mengakui hambatan seperti itu. Menurut dia, di samping pemasaran, persoalan modal kerja juga menjadi kendala tersendiri. Lembaga perbankan yang diharap bisa membantu menyediakan modal bagi pengusaha dalam mengembangkan program ini belum memperlihatkan kinerja maksimal.

Oleh karenanya, Syahrul kembali meminta perhatian dan kontribusi aktif para perbankan dalam membantu menyediakan modal kerja bagi pengusaha kecil.

Gerbang Emas yang dicanangkan Gubernur HM Amin Syam pertengahan 2004 lalu lebih menitikberatkan pada pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah.

Ada sebelas komoditi yang menjadi andalan dan prioritas pembangunan ekonomi di Sulsel. Di antaranya, jagung, kelapa, garam, sutera, beras, perikanan, dan lainnya. Semua komoditi juga dikembangkan berdasarkan potensi wilayah masing-masing.

Industri garam misanya ditunjuk Jeneponto sebagai inkubator atau kawasan inti. Kota Makassar dan Takalar menjadi daerah penunjangnya.

Pengembangan agribisnis jeruk dipusatkan di Luwu Utara lalu didukung Luwu, Selayar, dan Luwu Timur. Kabupaten Takalar juga ditetapkan sebagai pusat pengembangan agribisnis perikanan. Daerah penunjangnya Jeneponto, Bulukumba, dan Selayar.

Kakao yang menjadi andalan ekspor Sulsel selama ini menjadi prioritas pengembangan Gerbang Emas yang akan dipusatkan di Bone.

Kabupaten Pinrang, Soppeng, Luwu, Luwu Utara, dan Palopo hanya menjadi daerah penunjang komoditi kakao. Sementara Pinrang ditunjuk sebagai pusat agribisnis perberasan bersama Sidrap, Soppeng, Bone, Wajo, dan Luwu.
Sumber : (pap)

Iklan