Siapkan Dana USD400 Juta untuk PLTA di Buttu Batu

MAKASSAR — Ini sebuah kabar gembira bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulselra dan lebih khusus lagi bagi masyarakat Sulsel,
sebab di tengah krisis daya listrik, sebuah perusahaan luar negeri JT Capital yang selama ini banyak bergerak di bidang usaha kelistrikan telah menawarkan diri untuk menanamkan investinya di Sulsel.

JT Capital ini akan bekerjasama dengan perusahaan dalam negeri PT Parisma Dani membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Buttu Batu, Kecamatan Anggeraja/Baraka, Kabupaten Enrekang, dengan daya 330 MW. Saat ini, JT Capital sudah menyiapkan dana sebesar USD400 juta.

Hal ini diketahui setelah Pimpinan JT Capital, Dr Joharis Sabirin diterima Gubernur Sulsel HM Amin Syam, di Gubernuran, Senin 14 Maret, kemarin. Gubernur didampingi, GM PT PLN (Persero) Wilayah Sulselra, Ir Arifuddin Nurdin dan Wakil Ketua Bappeda, Andi Massalangka Cullang.

Joharis Sabirin berharap, agar rancana pembangunan PLTA di Buttu Batu, Enrekang ini segera direalisasikan. Karena menyangkut dana, menurutnya sudah tidak ada lagi masalah, karenanya secepatnya ingin direalisasikannya. Dia menargetkan pembangunan ini rampung 6 tahun kedepan.

Sementara itu Gubernur Amin Syam menyambut baik tawaran JT Capital untuk menanamkan modalnya di bidang kelistrikan di Sulsel. Apalagi katanya, Sulsel saat ini lagi mengalami krisis daya. Sehingga diperlukan ada tambahan pembangkit listrik yangbaru.

Hanya saja gubernur berharap kepada pihak JT Capital, dapat mengurus segala izin-izin yang dipersyaratkan sebagaimana ketentuan yang ada di pusat. Gubernur menganggap lokasi pembangunan PLTA yang direncanakan di Buttu Batu itu sudah tidak ada masalah, termasuk studi kalayakannya.

Gubernur juga berharap ada investor yang mau membangun pembangkit ukuran kecil, seperti pembangkit listrik batubara. Sehingga dalam waktu dekat ini sudah bisa dimanfaatkan. Dikatakan Sulsel saat ini kekurangan daya sekitar 40 MW-50 MW pada saat beban puncak, sehingga masih diperlukan tambahan daya.
Sumber : (ull)

Iklan