MAKASSAR — Dalam dua hari berturut-turut, Society Corruption Wath (SCW) mendatangi Kejati Sulsel. Sekitar pukul 13.00 Wita, Selasa, 22/3/2005, SCW mendesak Kejati agar menahan mantan Bupati Enrekang, Iqbal Mustafa.
Oleh SCW, Iqbal Mustafa dinilai terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Sudu, Enrekang. Nilai proyek dari kasus ini dilaporkan mencapai Rp1.043 miliar. Direktur Eksekutif SCW, A Arifuddin Mane di hadapan Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulsel, Lari Gau Samad, mengatakan bahwa penanganan kasus tersebut terkesan diskriminatif. Alasannya, direktur CV Insan Jaya, Azis Bottong (tersangka), ditahan, sementara tersangka lainnya, Iqbal Mustafa, tidak.

Hal itu membuktikan, lanjut Arifuddin, Kejati hanya menahan orang-orang kecil, sekelas kontraktor. Sedangkan terhadap orang-orang besar, Kejati Sulsel dicap tidak berani. “Kami khawatir jika orang-orang besar tidak ditahan, maka pelaku lainnya tidak akan jera. Mereka akan berpikir tidak akan ditahan kalau korupsi,” ujar Arifuddin.

Menanggapi hal tersebut, Lari Gau Samad mengaku sulit untuk mengomentarinya. “Secara pribadi, bagi saya tujuan penanganan kasus korupsi adalah untuk menyelamatkan uang negara. Penghukuman itu soal kedua,” jelasnya.

Mengenai ditahan-tidaknya seorang tersangka, lanjut Lari Gau Samad, selain mengacu pada KUHAP, juga ada pertimbangan-pertimbangan khusus. “Ada saatnya saya akan membeberkan pertimbangan-pertimbangan khsusus itu,” ujarnya.

Namun demikian, Lari Gau Samad menginformasikan bahwa bulan ini direncanakan berkasnya segera ke penuntutan. Kalau memungkinkan, sekaligus dilimpahkan ke pengadilan. Beberapa waktu lalu Lari Gau Samad mengatakan bahwa proyek pembangunan Pasar Sudu, Enrekang tahun anggaran 2003 tidak dikerjakan. Padahal dananya sudah cair dan dipakai oleh tersangka. Seharusnya uang senilai Rp1.034.900.000 itu digunakan untuk proyek sub terminal dan perataan/pemadatan tanah pada 2003. Tapi faktanya, proyek tersebut tidak dikerjakan. Namun, belakangan dana proyek sebesar Rp1.034.900.000, telah dikembalikan oleh tersangka.
Sumber : (ian)

Iklan