April 2005


Berkasnya Siap Dilimpahkan ke Pengadilan
ENREKANG–Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang, Drs H Tenriangka Mori, tersangka, kasus penganiayaan terhadap anak buahnya Hasriani, yang menyebabkan dia berurusan dengan hukum.Informasi terakhir kasus yang telah menggelinding sejak Februari lalu itu, kini segera dilimpahkan ke pengadilan. Berkasnya hampir rampung di Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.

Menurut rencana Senin, 25 April hari, pihak kejari Enrekang akan mengeluarkan P21. Kejaksaan sudah siap melanjutkan kasus Sekkab ke Pengadilan Negeri (PN) Enrekang sesuai petunjuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dengan menetapkan kasus ini merupakan perkara penting (PK.Ting).

Sekkab Tenriangka dilaporkan korban, 22 Februari lalu, bertepatan saat resepsi pesta rakyat masyarakat Enrekang di lapangan Abubakar Lambogo, Enrekang. Ia dilaporkan karena dianggap telah melakukan tindak penganiayaan terhadap bawahannya. Berdasarkan pasal 351 KUHP, ia dianggap telah melakukan perkara penting.

Ketua Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang, Ny Hj Andi Tenripakkua, SH membenarkan kalau sudah ada petunjuk dari Kejati Sulsel tentang kasus Sekkab yang masuk kategori perkara penting, dimana kejati Sulsel hanya mengacu pada pasal 351 KUHP sesuai hasil penyidik dari Polres Enrekang tanpa dimasukkan lagi pasal 335 KHUP dan pasal 352 KUHP.

“Pihak kejaksaan sebentar lagi akan mengeluarkan P21 setelah ada petunjuk dari Kejati Sulsel. Rencananya hari Senin, 25 April, berkas p21 itu diserahkan ke pihak penyidik, selanjutnya barang bukti di limpahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut ke tingkat pengadilan,” jelas Hj Tanripakua, Jumat lalu.

Secara terpisah, Kasat Reskrim, AKP Musa, SH, membenarkan, kalau ada petunjuk dari Kejati Sulsel tentang kasus Sekkab. Penyidik sudah menerima petunjuk atau surat dari Kejati tentang kasus sekkab yang masuk kategori perkara penting,” kata Musa.

Musa menjelaskan sesuai surat Kejati nomor B.722/R.4.4/EP.2/04/2005 yang ditandatangani asisten tindak pidana umum Kejati Sulsel, Muh Ali Muthohar, SH menyatakan bahwa penerapan pasal 351 ayat 1 KUHP dan pasal 352 (1) KUHP dalam satu berkas perkara ini kurang tepat sebab untuk pemeriksaan di persidangan kedua pasal tersebut acaranya berbeda. Pasal 351 (1) KUHP diperiksa dengan acara biasa sedangkan pasal 352 (1) KUHP diperiksa dengan acara pemeriksaan tindak pidana ringan, sesuai pasal 205 KUHAP dimana tidak bisa disatukan dalam satu berkas perkara.

Musa menambahkan, setelah kejaksaan mengeluarkan P21, maka pihak penyidik akan menyerahkan barang bukti dan tersangkanya ke Kejari. “Kami siap mengirim barang bukti (BB) dan menyerahkan tersangkanya ke Kejari Enrekang untuk diproses,” tegas Musa.
Sumber : (aci)

Iklan

MAKASSAR — Eksplorer Indonesia, salah satu organisasi kepencitaalaman akan menggelar lomba panjat alam tingkat internasional di tebing Mandu Tontonan, Anggeraja, Enrekang.
Lomba yang dijadwalkan berlangsung Juli nanti itu akan dihadiri pemanjat tebing dari berbagai negara di Asia dan Eropa.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhammad Ruslan Zulkarnaen mengatakan lomba ini merupakan kali pertama dilaksanakan di Sulawesi Selatan. “Bahkan untuk tingkat internasional pun, ini baru yang kedua setelah di Kroasia pada tahun 2000 lalu,” katanya.

Rabu, 30 Maret kemarin, panitia pelaksana lomba melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di ruang kerja wagub.

Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Noer Sanusi, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ama Saing, dan Kepala Bagian Pemuda Biro Kesejahteraan, Agama, dan Pemberdayaan Perempuan pemprov Sulsel, Andi Ilham Gazaling turut mendampingi Wakil Gubernur.

Syahrul juga menyambut positif gagasan pemuda-pemuda Ekplorer itu. Menurut dia, kegiatan seperti ini diharapkan bisa meningkatkan animo warga untuk mengenal alam lebih dekat. Oleh karena itu, ia meminta kepada panitia agar melakukan persiapan yang lebih mantap agar perlombaan ini berjalan sukses.

“Kesuksesan kegiatan itu tidak hanya ditandai kepuasan panitia semata, tetapi juga efek samping dari kegiatan itu,” katanya. Pemerintah provinsi Sulsel, kata Syahrul tentu siap memberi bantuan dan fasilitas untuk kegiatan itu.

Wagub bahkan sudah memerintahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel untuk mengeluarkan rekomendasi yang memudahkan proses pengadiministrasian kegiatan ini. Tetapi Syahrul juga mengimbau panitia untuk melakukan koordinasi dengan Bupati Enrekang, Latinro Latunrung.

Ruslan menambahkan lomba ini tidak sekadar bagian dari upaya mencintai alam, tetapi juga bernuansa promosi wisata. Tebing yang menjadi tempat perlombaan, kata dia, merupakan tempat wisata menarik bagi turis-turis asing.

“Tentu kita berharap tempat penyelenggaraan kegiatan itu yang sarat nuansa alami bisa menjadi tujuan wisatawan di masa-masa mendatang,” katanya.
Sumber : (pap)