Berkasnya Siap Dilimpahkan ke Pengadilan
ENREKANG–Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang, Drs H Tenriangka Mori, tersangka, kasus penganiayaan terhadap anak buahnya Hasriani, yang menyebabkan dia berurusan dengan hukum.Informasi terakhir kasus yang telah menggelinding sejak Februari lalu itu, kini segera dilimpahkan ke pengadilan. Berkasnya hampir rampung di Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.

Menurut rencana Senin, 25 April hari, pihak kejari Enrekang akan mengeluarkan P21. Kejaksaan sudah siap melanjutkan kasus Sekkab ke Pengadilan Negeri (PN) Enrekang sesuai petunjuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dengan menetapkan kasus ini merupakan perkara penting (PK.Ting).

Sekkab Tenriangka dilaporkan korban, 22 Februari lalu, bertepatan saat resepsi pesta rakyat masyarakat Enrekang di lapangan Abubakar Lambogo, Enrekang. Ia dilaporkan karena dianggap telah melakukan tindak penganiayaan terhadap bawahannya. Berdasarkan pasal 351 KUHP, ia dianggap telah melakukan perkara penting.

Ketua Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang, Ny Hj Andi Tenripakkua, SH membenarkan kalau sudah ada petunjuk dari Kejati Sulsel tentang kasus Sekkab yang masuk kategori perkara penting, dimana kejati Sulsel hanya mengacu pada pasal 351 KUHP sesuai hasil penyidik dari Polres Enrekang tanpa dimasukkan lagi pasal 335 KHUP dan pasal 352 KUHP.

“Pihak kejaksaan sebentar lagi akan mengeluarkan P21 setelah ada petunjuk dari Kejati Sulsel. Rencananya hari Senin, 25 April, berkas p21 itu diserahkan ke pihak penyidik, selanjutnya barang bukti di limpahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut ke tingkat pengadilan,” jelas Hj Tanripakua, Jumat lalu.

Secara terpisah, Kasat Reskrim, AKP Musa, SH, membenarkan, kalau ada petunjuk dari Kejati Sulsel tentang kasus Sekkab. Penyidik sudah menerima petunjuk atau surat dari Kejati tentang kasus sekkab yang masuk kategori perkara penting,” kata Musa.

Musa menjelaskan sesuai surat Kejati nomor B.722/R.4.4/EP.2/04/2005 yang ditandatangani asisten tindak pidana umum Kejati Sulsel, Muh Ali Muthohar, SH menyatakan bahwa penerapan pasal 351 ayat 1 KUHP dan pasal 352 (1) KUHP dalam satu berkas perkara ini kurang tepat sebab untuk pemeriksaan di persidangan kedua pasal tersebut acaranya berbeda. Pasal 351 (1) KUHP diperiksa dengan acara biasa sedangkan pasal 352 (1) KUHP diperiksa dengan acara pemeriksaan tindak pidana ringan, sesuai pasal 205 KUHAP dimana tidak bisa disatukan dalam satu berkas perkara.

Musa menambahkan, setelah kejaksaan mengeluarkan P21, maka pihak penyidik akan menyerahkan barang bukti dan tersangkanya ke Kejari. “Kami siap mengirim barang bukti (BB) dan menyerahkan tersangkanya ke Kejari Enrekang untuk diproses,” tegas Musa.
Sumber : (aci)