Mei 2005


ENREKANG–Janji PN Enrekang segera menyidangkan Sekretaris Bupati Enrekang, Tenriangka Mori terhadap dugaan telah menganiaya Hasriani (staf-nya) akhirnya dibuktikan.
Kamis, 26 Mei kemarin, tepat pukul 09.00 Wita, sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Enrekang.

Selama kurang lebih 10 menit Tenriangka duduk di kursi pesakitan untuk mendengarkan dakwan terhadap dirinya yang dibacakan jaksa penuntut umum, Tuwo SH. Suasana sidang berlangsung biasa saja. Terdakwa Tenriangka disebut-sebut bakal membawa banyak massa ternyata tak benar. Saat duduk di persidangan, sekretaris bupati yang masih aktif menjalankan tugas sampai ia disidangkan
terlihat santai-santai saja mendengarkan dakwaan di depan mejelis hakim. Bahkan berkali-kali melempar senyum beberapa kerabat dekatnya.

Hasriani yang menjadi korban dugaan penganiayaan ikut dihadirkan, namun belum dimintai keterangan. Sesuai jadwal sidang, memang baru pembacaan dakwaan. Sementara itu Tenriangka selain didampingi kuasa hukumnya, Otto M SH yang berasal dari Balikpapan, ikut pula beberapa kerabat dekatnya.

Sekretaris Panitera PN Enrekang, Masjidin mengatakan, sidang lanjutan akan digelar kembali, Jumat, 3 Juni mendatang, dengan agenda mendengar eksepsi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa.

Di depan majelis hakim yang dipimpin Esao Y, SH didampingi dua anggotanya, Arman SP, SH dan Hendra WS, SH. Jaksa penuntut umum Tuwo SH mengatakan, Sekkab Tenriangka dilaporkan korban, 22 Februari 2005 lalu, bertepatan saat resepsi pesta rakyat masyarakat Enrekang di lapangan Abubakar Lambogo, Enrekang. Ia dilaporkan karena dianggap telah melakukan tindak penganiayaan terhadap bawahannya. Berdasarkan pasal 351 KUHP, Sekkab telah melakukan tindak penganiayaan.

Berdasarkan saksi dan keterangan dari korban, JPU menganggap kasus “penamparan” itu termasuk perkara penting dan harus diproses secara hukum di pengadilan untuk memberikan keadilan bagi korban Hasriani. Hasriani sendiri belakangan diketahui, adalah istri salah seorang perwira polisi di Polres Enrekang.
Sumber : (aci)

Terkait Dugaan Penganiayaan Staf
ENREKANG–Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang Tenriangka Mori, akan disidang di Pengadilan Kamis, 26 Mei hari ini.
Pihak PN Enrekang melalui Sekretaris, Masjidin SH kepada Fajar, mengatakan, berkas Tenriangka Mori telah lengkap dan siap disidangkan.

Agenda pertama adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Tuwo SH. Ia dilaporkan karena diduga telah melakukan tindak penganiayaan terhadap bawahannya. Berdasarkan pasal 351 KUHP, Tenriangka disangka telah melakukan perkara penting, yakni; tindak penganiayaan 351 KUHP.

Berkas Tenriangka Mori sebenarnya telah dilimpahkan ke Pengadilan sejak, Senin 16 Mei lalu, namun baru akan disidangkan Kamis 26 Mei hari ini karena kedua pihak baik jaksa maupun kuasa hukum tersangka memiliki waktu yang sama.

“Pekan lalu sempat ditunda karena pihak Tenriangka melalui pengacaranya minta dipending karena sedang berada di Kalimantan,” kata Masjidin SH.

Setelah berkas perkara dianggap lengkap, PN langsung menggelar sidang. Menurut rencana, kasus penganiayaan ini akan dipimpin majelis hakim; Esao Y, SH didampingi Arman SP, SH dan Hendra WS, SH.

Kasus tuduhan penganiyaan yang dialamatkan kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang Tenriangka Mori ini sebenarnya sudah lama mencuat. Tenriangka Mori dituntut secara hukum karena memukul (menempeleng) salah seorang stafnya bernama Hasriani. Kasus yang telah menggelinding sejak Februari lalu segera digelar di pengadilan.

Kepolisian yang mula-mula mengendus kasus ini meminta pihak PN Enrekang tetap konsisten dalam penegakan hukum di Kabupaten Enrekang, tanpa mengenal siapa orangnya. Yang jelas kalau melanggar hukum harus diproses.

Lalu mengapa tidak dilakukan penahanan terhadap Tenriangka Mori? Tuwo menjelaskan penahanan Sekkab itu menjadi kewenangan Kejari. Dirinya bukan dalam kapasitas menjelaskan perkara tersebut. “Mungkin tersangka dianggap dalam status pejabat yang ditugaskan pemerintahan Kabupaten Enrekang sehingga tak ditahan,” ungkap Tuwo.
Sumber : (aci)

SENGKANG — Kontingen Kabupaten Enrekang berhasil mempertahankan predikat juara umum pada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Sulsel-Sulbar 2005.
Dengan berhasilnya merebut juara umum, maka daerah yang dijuluki Bumi Massenrempulu ini berhasil mempertahankan kembali piala bergilir kedaerahnya sekaligus mengirimkan tiga utusannya mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional yang akan dihelat Juni 2005 di Provinsi Gorontalo.

Pada STQ kali ini yang berlangsung di Sengkang, Ibukota Kabupaten Wajo, kontingen Enrekang meraih nilai 22. Tiga cabang yang diikuti yakni Tilawah, Hifzhil, dan Tafsir dengan tingkatan anak-anak (putra-putri) dan dewasa (putra-putri). Kontingen ini berhasil memperoleh tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.

Posisi kedua ditempati kontingen Kabupaten Bone, yang juga mendapatkan tiga emas. Dengan demikian kontingen Bone ini juga akan mengirimkan tiga utusannya ke MTQ tingkat nasional mendatang. Posisi ketiga diduduki kontingen Kabupaten Pinrang dengan dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Sementara kontingen tuan rumah Kabupaten Wajo harus puas di posisi ke empat dengan meraih satu emas, tiga perak, dan satu perunggu.

Bupati Wajo, HA Asmidin atas nama Gubernur Sulsel menutup kegiatan STQ 2005. Acara penutupan tersebut berlangsung pada pukul 20.00 Wita. Dalam sambutannya Asmidin menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

“Kami dari pemerintah juga berharap kepada masyarakat Wajo pada khususnya dan Sulsel umumnya, dapat bersama-sama mendukung program pemberantasn buta aksara Alquran, dan terus mengintensifkan kegiatan baca Alquran,” pinta Asmidin.

Sedangkan Kabid Penamas Kanwil Depag Sulsel Drs H Abd Rasyid yang mewakili Kakandepag Sulsel mengatakan bahwa masyarakat Wajo sangat mencintai Alquran. Terbukti dengan keberhasilannya menjadi tuan rumah yang baik. “Kami pun berharap, juara STQ kali ini dapat menjadi duta Sulsel yang meraih prestasi pada ajang MTQ Nasional di Gorontalo mendatang,” tandasnya.
Sumber : (ram-ars)

ENREKANG, Upeks—Kabupaten Enrekang, selaku tuan rumah, berhasil mencatat rekor terbaik, dalam pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV, yang berlangsung selama Lima hari. Enrekang berhasil meraih 11 medali emas, disusul Kota Makassar dengan perolehan Enam medali emas, dan Kabupaten Pinrang yang juga mengantongi Enam medali emas, namun bedanya Makassar tercatat memperoleh medali perunggu tertinggi dibanding Pinrang.

Gubernur Sulsel, HM Amin Syam, yang diwakil Bupati Enrekang, H LA Tinro La Tunrung, dalam sambutannya menuturkan, MTQ merupakan program strategis untuk mengenali Qori dan Qoriah Sulsel, untuk dapat berkiprah dalam ajang MTQ tingkat nasional. “Untuk memperoleh hasil terbaik, Qori dan Qoriah, harus berlatih lebih keras lagi, untuk menyamai kejayaan Sulsel di masa lalu,” ujarnya.
Sementara, Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung, menuturkan keberhasilan Enrekang meraih juara umum, merupakan prestasi terbaik yang perlu disyukuri. Selain itu kata dia, selesainya pelaksanaan MTQ secara sukses, tidak terlepas dari dukungan segenap aparat pemda dan partisipasi masyarakat. “Secara pribadi saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pihak yang terlibat, atas susksesnya acara ini,” ujarnya. (liq)