ENREKANG–Janji PN Enrekang segera menyidangkan Sekretaris Bupati Enrekang, Tenriangka Mori terhadap dugaan telah menganiaya Hasriani (staf-nya) akhirnya dibuktikan.
Kamis, 26 Mei kemarin, tepat pukul 09.00 Wita, sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Enrekang.

Selama kurang lebih 10 menit Tenriangka duduk di kursi pesakitan untuk mendengarkan dakwan terhadap dirinya yang dibacakan jaksa penuntut umum, Tuwo SH. Suasana sidang berlangsung biasa saja. Terdakwa Tenriangka disebut-sebut bakal membawa banyak massa ternyata tak benar. Saat duduk di persidangan, sekretaris bupati yang masih aktif menjalankan tugas sampai ia disidangkan
terlihat santai-santai saja mendengarkan dakwaan di depan mejelis hakim. Bahkan berkali-kali melempar senyum beberapa kerabat dekatnya.

Hasriani yang menjadi korban dugaan penganiayaan ikut dihadirkan, namun belum dimintai keterangan. Sesuai jadwal sidang, memang baru pembacaan dakwaan. Sementara itu Tenriangka selain didampingi kuasa hukumnya, Otto M SH yang berasal dari Balikpapan, ikut pula beberapa kerabat dekatnya.

Sekretaris Panitera PN Enrekang, Masjidin mengatakan, sidang lanjutan akan digelar kembali, Jumat, 3 Juni mendatang, dengan agenda mendengar eksepsi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa.

Di depan majelis hakim yang dipimpin Esao Y, SH didampingi dua anggotanya, Arman SP, SH dan Hendra WS, SH. Jaksa penuntut umum Tuwo SH mengatakan, Sekkab Tenriangka dilaporkan korban, 22 Februari 2005 lalu, bertepatan saat resepsi pesta rakyat masyarakat Enrekang di lapangan Abubakar Lambogo, Enrekang. Ia dilaporkan karena dianggap telah melakukan tindak penganiayaan terhadap bawahannya. Berdasarkan pasal 351 KUHP, Sekkab telah melakukan tindak penganiayaan.

Berdasarkan saksi dan keterangan dari korban, JPU menganggap kasus “penamparan” itu termasuk perkara penting dan harus diproses secara hukum di pengadilan untuk memberikan keadilan bagi korban Hasriani. Hasriani sendiri belakangan diketahui, adalah istri salah seorang perwira polisi di Polres Enrekang.
Sumber : (aci)