Jalan Lingkar Itu Atas Jasamu
MANTAN Bupati Enrekang, Drs Iqbal Mustafa meninggal dunia, Minggu 20 Juni. Informasi yang dihimpun Fajar menyebutkan,
penyakit akut (serangan jantung) saat menjalankan
tugas di Semarang membuat jiwanya tak tertolong. Senin, 20 Juni kemarin, jenazah almarhum telah dimakamkan di Jakarta, tempat beliau menetap bersama keluarga.

Meski disebut-sebut terkait kasus korupsi pembangunan Pasar Sudu, namun di mata rekan-rekannya ia tetap sosok pemimpin yang memiki integritas tinggi terhadap kelangsungan pembangun di Enrekang.

Dalam sejarah kepemimpinannya, almarhum
satu-satunya bupati yang mula-mula membangun jalan lingkar di Enrekang. Jalan yang panjangnya mencapai 100 Kilometer itu menghubungkan daerah pedalaman dengan pusat
kota untuk mempercepat laju pembangunan.

“Yang saya tahu, dia adalah bupati yang memiliki visi jauh ke depan,” ungkap Drs Ridwan Abdullah, Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah Himpunan Keluarga Massenrempulu (Hikma) Enrekang.

Di mata para bawahannya, mesti almarhum hanya berkusa selama satu periode (1998-2003), ia mampu meletakkan dasar-dasar pembangunan di Enrekang. Sebelum
menjadi bupati, beliau mengabdi di Depdagri (bagian Inspektorat).

Naik menjadi bupati tahun 1998 saat reformasi tengah digulirkan. Menurut Ridwan, sahabat yang mengaku cukup kenal dengan pribadi Iqbal, terlepas dari
polemik hukum yang kini dihadapi hingga dia berpulang ke Rahmatullah dua hari yang lalu.

Sosok Iqbal cukup dikagumi masyarakat Enrekang. Terutama bawahannya. Karier dia bermula dari Depdagri. Wajar kalau ide-idenya mampu diterjemahkan bawahannya.

“Dia cukup intens bergaul dengan keluarga Enrekang di manapun. Belia juga rutin menyambangi setiap ada acara Hikma Enrekang, baik di Jakarta maupun di Makassar,”
ungkap Ridwan.

Dari Enrekang, belum ada informasi resmi perkembangan
gelar perkara dari PN Enrekang yang rencananya Senin 20 Juni, kemarin, menyidangkan kasus almarhum.
Sumber : (aci)