Agustus 2005


Diharapkan Jadi Program Nasional
DARI sembilan rumah yang masuk program ‘bedah rumah’ oleh Pemkab Enrekang, baru enam yang terealisasi. Tiga rumah lainnya di tiga kecamatan akan menyusul.

Ke depan, Program yang merupakan ide cemerlang dari Bupati Latinro Latunrung ini patut menjadi program nasional dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Enrekang yang bervisi menjadi daerah agropolitan yang mandiri, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, terus melakukan berbagai upaya mewujudkan visi itu. Program-progarm pengentasan kemiskinan pun digelar. Salah satunya, dengan mem-‘bedah’ rumah yang selama ini tidak layak huni menjadi layak huni.

Untuk program tersebut, peran serta masyarakat dilibatkan, termasuk kalangan pengusaha yang kemudian bertindak sebagai sponsor. Berkat kerja sama yang dibangun tersebut, semua pekerjaan menjadi cepat dan lancar, tanpa hambatan, termasuk dalam soal biaya ‘bedah’ rumah yang besarnya sekitar Rp100 juta. Sejumlah warga yang rumahnya telah ‘dibedah’ mengaku sangat bersyukur. Pasalnya, mereka ibaratnya mimpi di siang bolong. Rumah mereka yang tadinya tidak layak huni, ‘disulap’ menjadi rumah bagus.

Warga yang terharu menyaksikan program itu berharap pemerintah dapat menjadikan program Pemkab Enrekang itu menjadi percontohan di tingkat nasional, dengan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara maupun APBD, seperti halnya program lainnya yang telah dilaksanakan pemkab daerah yang terkenal dengan potensi alam dan wisatanya ini.

Selain program ‘bedah’ rumah, Pemkab Enrekang telah melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan daerahnya sebagai daerah mandiri, di antaranya pelayanan dasar kesehatan di Puskesmas gratis untuk semua warga. Selain itu, pembebasan biaya SPP/biaya pendidikan bagi SD dan SMP negeri, karena ada Biaya Operasional Sekolah (BOS), pembebasan pengurusan akte kelahiran dan kartu keluarga, serta pembebasan pembayaran retribusi sampah.

Wujud Upaya Sejahterakan Rakyat
RUMAH baru dengan segala isinya menjadi kado istimewa bagi sejumlah warga Kabupaten Enrekang pada HUT Kemerdekaan RI ke-60 tahun ini.Pada program ‘bedah rumah’, rumah yang sebelumnya tidak layak huni, ‘disulap’ menjadi rumah layak huni dalam waktu tidak lebih dari 1X24 jam.
(lebih…)

Ide Bupati yang Disambut Tangis Bahagia
AMBE Odo bersama keluarganya, warga Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, tidak bisa menahan tangisnya. Air matanya terus mengalir begitu Ia melihat rumahnya sudah berubah total, dari kondisi sebelumnya tidak layak huni menjadi terkesan mewah dengan isi yang lengkap.

Rehabilitasi rumah yang oleh pemerintah Kabupaten Enrekang disebut sebagai ‘Bedah Rumah’ membuat ratusan warga daerah ini tidak bisa menahan air mata bahagianya. Pasalnya, melalui program yang merupakan ide cemerlang dari sang Bupati, Latinro Latunrung itu, masyarakat yang sebelumnya masuk kategori pra sejahtera, kini telah memiliki rumah yang layak, dengan isi yang lengkap.

Program ‘Bedah Rumah’ yang merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Pemkab Enrekang dalam membantu mensejahterakan penduduknya, diadakan melibatkan peran serta masyarakat. Pada tahap pertama, perbaikan rumah yang melibatkan peran serta masyarakat, dalam hal ini pengusaha setempat tersebut dilaksanakan di enam kecamatan, yakni Kecamatan Enrekang, Maiwa, Cendana, Baraka, Malua, dan Alla.

Ke depan, jelas Bupati Latinro Latunrung, akan dilaksanakan di kecamatan lainnya yakni Kecamatan Anggeraja, Curio dan Kecamatan Bungin. Jadi ‘Bedah Rumah’ Ambe Odo yang membuat ratusan warga Kecamatan Enrekang menangis gembira, hanyalah salah satu contoh. Rumah Ambe Odo yang sebelumnya seluas 3X4 meter dan tidak layak huni, setelah ‘dibedah’ selama 1X24 jam, telah menjadi rumah layak huni dengan luas 4×8 meter. Rumah yang sebelumnya tidak punya kamar dan tidak berplafon itu telkah berubah total menjadi rumah yang lengkap dengan isi berupa lamari baru, tempat tidur baru, meja baru, sampai peralatan dapur baru lengkap dengan sembakonya.

Untuk bedah rumah yang terletak di Batili, Kelurahan Galonta itu, menurut Kepala Sub Bagian Humas, yang termasuk tim ‘Bedah Rumah’ itu, Haleng Lajju, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp13 juta. Disebutkannya, ada juga rumah yang ‘dibedah’ dengan biaya sekitar Rp20 juta.
Sumber : (fis)

ENREKANG — Bangkai pesawat tempur yang ditengarai milik Amerika Serikat (AS) dan diduga masih memiliki amunisi aktif, ditemukan petani setempat di kaki Pegunungan Latimojong, Kabupaten Enrekang, Minggu 7 Agustus. Saat ini, aparat Kodim 1419 Enrekang dipimpin salah seorang perwira staf, Lattu Inf Thomas, masih terus melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi ditemukannya bangkai pesawat tersebut. Sebab, atas laporan masyarakat kalau di bagian bangkai pesawat terlihat amunisi sejenis bom atau granat. (lebih…)