Ide Bupati yang Disambut Tangis Bahagia
AMBE Odo bersama keluarganya, warga Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, tidak bisa menahan tangisnya. Air matanya terus mengalir begitu Ia melihat rumahnya sudah berubah total, dari kondisi sebelumnya tidak layak huni menjadi terkesan mewah dengan isi yang lengkap.

Rehabilitasi rumah yang oleh pemerintah Kabupaten Enrekang disebut sebagai ‘Bedah Rumah’ membuat ratusan warga daerah ini tidak bisa menahan air mata bahagianya. Pasalnya, melalui program yang merupakan ide cemerlang dari sang Bupati, Latinro Latunrung itu, masyarakat yang sebelumnya masuk kategori pra sejahtera, kini telah memiliki rumah yang layak, dengan isi yang lengkap.

Program ‘Bedah Rumah’ yang merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Pemkab Enrekang dalam membantu mensejahterakan penduduknya, diadakan melibatkan peran serta masyarakat. Pada tahap pertama, perbaikan rumah yang melibatkan peran serta masyarakat, dalam hal ini pengusaha setempat tersebut dilaksanakan di enam kecamatan, yakni Kecamatan Enrekang, Maiwa, Cendana, Baraka, Malua, dan Alla.

Ke depan, jelas Bupati Latinro Latunrung, akan dilaksanakan di kecamatan lainnya yakni Kecamatan Anggeraja, Curio dan Kecamatan Bungin. Jadi ‘Bedah Rumah’ Ambe Odo yang membuat ratusan warga Kecamatan Enrekang menangis gembira, hanyalah salah satu contoh. Rumah Ambe Odo yang sebelumnya seluas 3X4 meter dan tidak layak huni, setelah ‘dibedah’ selama 1X24 jam, telah menjadi rumah layak huni dengan luas 4×8 meter. Rumah yang sebelumnya tidak punya kamar dan tidak berplafon itu telkah berubah total menjadi rumah yang lengkap dengan isi berupa lamari baru, tempat tidur baru, meja baru, sampai peralatan dapur baru lengkap dengan sembakonya.

Untuk bedah rumah yang terletak di Batili, Kelurahan Galonta itu, menurut Kepala Sub Bagian Humas, yang termasuk tim ‘Bedah Rumah’ itu, Haleng Lajju, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp13 juta. Disebutkannya, ada juga rumah yang ‘dibedah’ dengan biaya sekitar Rp20 juta.
Sumber : (fis)

Iklan