Wujud Upaya Sejahterakan Rakyat
RUMAH baru dengan segala isinya menjadi kado istimewa bagi sejumlah warga Kabupaten Enrekang pada HUT Kemerdekaan RI ke-60 tahun ini.Pada program ‘bedah rumah’, rumah yang sebelumnya tidak layak huni, ‘disulap’ menjadi rumah layak huni dalam waktu tidak lebih dari 1X24 jam.

Laporan Faisal Syam

‘Menyulap’ sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan menjadi rumah
yang pantas jadi percontohan di tingkat nasional, bukanlah hal yang mudah. Tapi Pemkab Enrekang melalui tim ‘Bedah Rumah’ yang dibentuknya bisa mewujudkan hal itu. Itulah program Pemkab Enrekang yang menjadi bukti keseriusan mereka dalam menyejahterakan warganya. Program ini dimulai dengan melakukan pendataan. Semua data dari pihak terkait, baik itu dari Biro Pusat Stastik (BPS) maupun dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dikumpulkan. Setelah lengkap, dilakukan peninjauan lokasi. Kalau rumah yang dimaksud betul-betul tidak layak huni, maka penghuni itu diberi penjelasan, lalu rumahnya dibongkar dan ‘dibedah’ sampai menjadi ‘istana’ yang layak huni.

Selama proses pekerjaan dilakukan oleh tim ‘Bedah Rumah’ yang memang datang ke lokasi dengan alat dan material yang lengkap, pemilik rumah itu dibawa menginap di Vila Bambapuang — sebuah tempat menginap yang tarifnya Rp350–Rp500 ribu per malam. Tapi kali ini, mereka diinapkan secara gratis, karena semua biaya telah ditanggulangi oleh Pemkab. Di vila tersebut, Bupati Enrekang Latinro Latunrung datang menemui para pemilik rumah yang ‘dibedah’. Pada pertemuan tersebut, orang nomor satu di Enrekang itu memanfaatkan acara minum kopi untuk berdialog dengan warganya.

Pekerjaan di enam lokasi pada enam kecamatan yakni di Kelurahan Bangkala (Kecamatan Maiwa), Kabere Desa Taulan (Cendana), Batili Kelurahan Galonta (Enrekang), Kelurahan Baraka (Kecamatan Baraka), dan Malua (Kecamatan Malua) serta di Desa Bolang (Kecamatan Alla), dilaksanakan secara serentak, dimulai pukul 06.00 Wita dan selesai hingga malam.

Di setiap kecamatan itu, Pemkab menunjuk seorang pengusaha sebagai penanggung jawab. Masing-masing A. Natsir Bonga dari CV Empat Lima, Udin/Abd. Rahman dari CV Cendra, Yuslim CV Kopi Jaya, Mustamin Umar CV Perdana Jaya, Badar (Karya Reski), dan Muslimin Bando (CV Insan Jaya). Bersama sejumlah masyarakat yang turut bergotong-royong, para penanggung jawab itu berhasil menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang singkat dengan hasil maksimal.

Setelah rumah selesai ‘dibedah’, sang pemilik rumah dibawa kembali ke rumahnya. Dan alangkah kagetnya mereka, ternyata rumahnya sudah berubah total. Mereka pun tidak bisa menahan tangis gembiranya. Pasalnya enam keluarga itu tidak pernah menyangka ‘istana’-nya bakal ‘disulap’ menjadi sebuah rumah yang bagus.

Iklan