MAKASSAR — Diam-diam, Kabupaten Enrekang mengikuti jejak Bulukumba dalam menerapkan Syariat Islam. Belum lama ini, DPRD setempat membuat dua peraturan daerah (perda) tentang syariat Islam. Kedua perda itu adalah perda busana muslim/muslimah dan perda baca-tulis Alquran.

Anggota DPRD Enrekang, R Sumardhy, mengungkapkan hal itu kepada Fajar saat menghadiri halalbihalal DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel di Hotel Imperial Aryaduta, Sabtu, 19 November.

Sumardhy yang juga Ketua DPC PBB Enrekang itu mengatakan bahwa penetapan dua perda ini merupakan pembuktian tingginya keinginan masyarakat dalam menerapkan syariat Islam. “Untuk sementara dua perda yang telah ditetapkan DPRD itu akan disosialisasikan lebih dahulu. Perda tentang busana untuk tahap awal diberlakukan untuk PNS, lingkungan sekolah, dan karyawan perusahaan milik pemerintah,” katanya.

Sementara untuk perda baca-tulis Alquran menurut Sumardhy, akan diterapkan secara efektif 2006 mendatang. Menurut dia, perda tentang baca-tulis Alquran itu sangat berkaitan dengan program pemerintah provinsi Sulsel dalam mengentaskan buta aksara Alquran.

“Jadi nanti di Enrekang, tidak ada lagi anak-anak muslim yang tidak mengerti dan tidak bisa membaca Alquran. Semua murid SD akan diberi pelajaran membaca Alquran,” tambah fungsionaris PD Muhammadiyah Enrekang tersebut.

Bukan itu saja. Penerapan baca-tulis Alquran juga akan diberlakukan bagi pegawai negeri sipil. Menurut dia, untuk pengisian jabatan struktural dalam lingkup pemerintah Kabupaten Enrekang, semua calon pejabat akan diuji kemampuan baca Alquran.

“Kalau tidak bisa membaca kitab suci umat Islam itu, tentu dipertimbangkan untuk tidak diangkat. Ini juga pernah dilakukan Pemkab Bulukumba,” tambah Ketua Komisi B DPRD Enrekang ini.

Sumardhy juga mengungkapkan kesiapan Enrekang menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Sulsel pertengahan 2006 mendatang. Menurut dia, pemerintah Enrekang sudah melakukan persiapan sebagai tuan rumah sejak beberapa waktu lalu. Saat ini, yang sedang dibenahi, perampungan pembangunan stadion.
Sumber : (pap)

Iklan