Desember 2005


Mencongkel Pintu 18 Ruangan Kerja; Gasak Uang Rp 125 Juta
Enrekang,Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang di Jl Jenderal Soedirman dibobol maling, Minggu (25/12) sekitar pukul 23.00 wita.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Enrekang, Chaerul Latanro, di Enrekang, Selasa (27/12), menyebutkan pencuri berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp 125 juta. Uang dalam jumlah tersebut disimpan di beberapa ruangan kerja kepala bagian. Pencuri, katanya, berhasil masuk ke beberapa ruangan yang berbeda.
Semua pintu ruangan dicongkel, kecuali ruangan kerja Bupati La Tinro La Tunrung dan ruang Wakil Bupati Muh Lody Sindangan.

Pencuri yang memanfaatkan hari libur itu membongkar lemari, laci meja kerja, dan brankas di 18 ruangan kerja di kantor bupati. Uang itu terdiri atas dana tim praporda Enrekang sekitar Rp 90 juta, uang perjalanan dinas, cicilan kendaraan dinas, kas panitia aset, kas kepala bagian hukum, dan honorer bagian sosial budaya.
Aksi pembobolan seperti ini juga pernah terjadi pemkab dan DPRD Wajo, Pemkab Bone, Pemkab dan DPRD Sinjai, Pemkab Pangkep, dan Pemkab Pinrang.
Kepala Satuan Resor dan Kriminal Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Enrekang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Musa membenarkan adanya pembobolan ini.
Polres belum berhasil mengungkap kasus pencurian tersebut hingga Rabu (28/12).
Polisi telah memeriksa beberapa anggota satuan polisi pamong praja, penjaga kantor, yang bertugas di kantor pada hari kejadian itu.
Kasatreskrim mengatakan, peritiwa itu terjadi pada Minggu (25/12) malam. Kasus tersebut diketahui Senin (26/12), subuh, ketika seorang penjaga kantor melihat kertas-kertas berhamburan di lantai. (eki)Tribun

Pemerintah Kabupaten Enrekang berencana mengembangkan universitas, beberapa tahun ke depan. Rencana itu akan direalisasikan setelah kantor Bupati Enrekang yang baru selesai dibangun. Rencananya, bekas kantor bupati yang kini menjadi kantor gabungan dinas-dinas akan dijadikan universitas pertama di daerah penghasil hortikultur itu.
Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung mengatakan hal itu, di Parepare, akhir pekan lalu. Menurutnya, universitas yang menfokuskan diri pada bidang pertanian itu akan diberi nama Universitas Massenrepulu.

Keberadaan universitas ini diharap bisa mendukung visi bupati yang akan menjadikan Enrekang sebagai daerah agropolitan. Enrekang dikenal sebagai pemasuk terbesar sayur mayur ke Kalimantan. Rencana pembangunan universitas itu telah mendapatkan dukungan anggota himpunan keluarga Massenrepulu (Himka) di Jakarta maupun Makassar.
Hikma, jelas La Tinro, akan mendukung finansial maupun tenaga pengajarnya. “Mungkin pada tahun 2008 baru kita realisasikan,” jelasnya.
Menurut dia, universitas itu menjadi milik pemerintah daerah yang akan dikelola dalam bentuk perusahaan daerah. “Bisa juga kelas jauh dari Unhas,” jelasnya. (eki)Tribun

Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, Jumat, menilai wajar saja bila mahasiswa mengkritik kinerja pemerintahannya.
Namun demikian, dia mengharapkan alangkah baiknya kalau kritik itu disampiakan dalam dialog. “Kalau mau memberi saran atau kritik sebaiknya kita berdialog untuk mencari solusi. Jangan turun ke jalan,” jelasnya di Parepare, Jumat (16/12).
Bupati mengatakan hal itu ketika ditanya soal aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Massenrepulu (HPMM) di depan Kantor Bupati Kabupaten Enrekang, Kelurahan Tinang, Kecamatan Enrekang, Kamis (15/12).

Sekitar 50 mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut bupati melakukan peninjauan kembali manajemen pendataan dan penyaluran dana kompensasi BBM.
Selain itu, demonstran mendesak bupati untuk melakukan upaya transparansi terhadap sejumlah proyek seperti pembangunan Terminal Agro Cece (depan kantor bupati). Aksi mahasiswa ini mendapat perlawanan dari warga. Puluhan, warga menghadang laju mahasiswa di depan kantor bupati. Berkat kesigapan polisi, maka bentrokan dapat dicegah dan persoalan di selesaikan di Kantor DPRD Enrekang. (eki)

Jadi Pemondokan Kafilah – Menjelang Pelaksanaan MTQ
Enrekang, Tribun — Animo warga Kabupaten Enrekang untuk menyukseskan musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ), yang dipusatkan di kota itu, cukup besar.
MTQ tingkat Sulsel di daerah ini akan dilangsungkan April 2006. Meski memasih empat bulan lagi, panitia mulai mempersiapkan infrakstruktur yang terkait dengan MTQ itu.
Mereka ramai-ramai menawarkan rumah untuk dijadikan pemondokan kafilah yang akan mengikuti MTQ tersebut.

Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Enrekang A Sujasman, di Enrekang, Kamis (15/12), jumlah warga yang menawarkan rumahnya sebagai pemondokan terus bertambah.
“Dulu hanya 178 rumah. Sekarang lebih dari 200 rumah. Mereka seolah antre untuk menawarkan rumahnya. Bahkan, warga dari kecamatan di sekitar kota Enrekang juga menawarkan diri,” katanya.
Pemerintah katanya, akan memprioritaskan pemondokan di sekitar pusat kegiatan MTQ, di Lapangan Abubakar Lambogo, Enrekang. Sedangkan rumah yang agak jauh tetap dipersiapkan jika peserta MTQ berjubel.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan MTQ itu, Senin (12/12), panitia telah rapat dan memutuskan untuk menyurati semua pemerintah kabupaten dan kota agar menyampaikan jumlah kontingennya.
Rapat itu juga memutuskan tentang tenaga yang akan menjemput dan mengantar kontingen ke pemondokan. (eki)

Pengikutnya dari Berbagai Kota, Termasuk Enrekang dan Makassar

MARSUKI Badra, seorang oknum guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Rappang, Kabupaten Sidrap, diamankan polisi, belum lama ini. Warga Sidrap melaporkannya ke polisi karena dicurigai mengembangkan ajaran sesat. Dia mengaku kepada pengikutnya sebagai penjelmaan Tuhan. Spontan, pengakuan itu menggegerkan kota kecil sekitar 200 kilometer dari Makassar tersebut. Rappang merupakan kota kelahiran para ahli agama Islam yang terkenal secara nasional bahkan internasional, Shihab bersaudara.
(lebih…)