Enrekang, — Kabupaten Enrekang, 237 km dari Makassar, menjadi proyek percontohan atau pilot project pelaksanaan sertifikasi lahan perkebunan di Indonesia.
Pemerintah Enrekang dinilai sukses menjalankan tugas melaksanakan program sertifikat tanah sejak program ini digulirkan tahun 2004.
“Kami dinilai sukses sebagai pilot project pelaksanaan program sertifikasi lahan perkebunan di Indonesia,” ujar Wakil Bupati Enrekang, Muh Lody Sindangan, di Makassar, Rabu (8/3).

Dia menjelaskan itu ketika ditemui usai mengikuti workshop pemberdayaan pengusaha mikro dan kecil (PMK) di Makassar.
Ia menjelaskan, sejak ditunjuk sebagai pilot project tahun 2004, Enrekang telah berhasil mensertifikatkan 115 hektare lahan milik milik 200 kepala keluarga (KK).
Lahan tersebut berada di Desa Buntu Barana, Kecamatan Cuiro, Enrekang.
“Kini lahan tersebut telah digunakan untuk mengembangkan kebun murbei untuk manan ulat sutra. Sebanyak 200 KK terlibat dalam perkebunan murbei yang dikembangkan sejak 2004,” ujar Lody.
Menurut Deputi Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Eddy Setiawan, di Hotel Dinasti Makassar, Rabu (8/3), dana sertifikasi lahan perkebunan ini berasal dari APBN.
Setiap KK diberikan dana stimulan sebesar Rp 1 juta yang dicairkan melalui BRI dan Bank Sulsel. (lim-Tribun)

Iklan