ENREKANG, Upeks—Ternyata tidak hanya karena terjadinya perambahan oleh masyarakat menyebabkan ratusan hektar hutan Pinus mengalami kerusakan, namun dengan izin resmi sekalipun hal itu bisa terjadi. CV Maspin Enrekang, diperkirakan telah melakukan ‘Illegal Logging’. Pasalnya kegiatan pembalakan yang sudah mendapat konsesi penebangan dengan SK.401/Kp/IX/2005 dari Bupati Enrekang di atas lahan 3,5 HA, di Desa Bt Alla (Alla), hasil penebangannya dipastikan over stock sebanyak 249,51 M3.

Ditemui Upeks Direktur CV Maspin, Supan T, beralasan kayu yang ditebang tingginya tidak diketahui pasti, ketika penebangan berjalan sekian lama di lapangan ternyata terjadi perbedaan hasil produksi dengan kontrak kerja. Kubikasi yang lebih tepat dibuatkan Laporan Hasil Produksi (LHP) dari CV Maspin namun saat stock opname oleh kehutanan baru ditemui hasil tebangan kubikasinya over stock.
Ketika dikonfimasi Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunanbun (Kadis Hutbun), Ir Umar Sappe, menolak memberikan keterangan dan dilimpahkan pada Kabid Pengambangan Hasil Hutan Ir Seni yang mengatakan, “Pihak kehutanan baru mengetahui berdasarkan dokumen yang diminta kalau terjadi stock over produksi kayu, setelah dilakukan pemeriksaan, lapangan ternyata masih banyak kayu yang belum dibuatkan LHP keluar ke TPK,” katanya. Jika dipenuhi dokumennya (SKSHH) sudah tidak mungkin. Keteledoran ini sudah dilaporkan pada bupati dan olehnya diberi arahan untuk dibuatkan laporan resmi Polhut Enrekang serta ditindak sesuai ketentuan Perda yang berlaku.
Jika terdapat unsur kriminalnya kayu-kayu tersebut segera disita dan pada Selasa (28/3) Dinas Hutbun akan menindaklanjuti dengan menyampaikan laporan pada Polres Enrekang, untuk diproses secara hukum. Ketentuan pelanggaran CV Maspin Perda 9 Tahun 2005 pasal 10 ayat 1 dan pasal 19 ayat 3, pemegang izin dilarang melakukan penebangan melebihi target dengan sanksi pencabutan izin usaha. “Indikasi lain pelanggaran Keputusan Menhut No 126/KPTS-II/2003 yang melarang penebangan bagi industri kayu yang tidak punya induk di dalam daerah, hal mana kayu Pinus Enrekang tersebut diedarkan pada PT Nely Jaya Pratama yang berada di Tana Tonaja dan Palopo,” katanya. (*)