Makassar, Tribun – Daya tarik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda tampaknya tidak hanya merebut perhatian aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kepemudaan. Lembaga yang didirikan di Sulsel ini juga memiliki daya tarik besar di kalangan legislator. Buktinya, tujuh anggota DPRD Enrekang menjadi deklaratornya.

ICMI Muda Enrekang dideklarasikan Selasa (18/4) lalu. Di antara deklarator ICMI Muda di Enrekang, terdapat delapan anggota DPRD. Mereka adalah Nursyamsi (PAN), Budi Jaya Palisuri (Golkar), Muh Idris Sadik (Golkar), M Mustamin Amri (PKS), Rubing (PPP), Muh Nurman AS (PPNUI). Bahkan, Wakil Ketua DPRD Enrekang Syafruddin ikut jadi deklarator.

Keterlibatan leguslator dalam mendeklarasikan ICMI Muda bukan hanya terjadi di Enrekang. Di Makassar, anggota DPRD dari PPDK Syamsu Rizal dan Mukhtar Djuma dari PDIP ikut mendeklarasikan ICMI Muda di kota ini. Di Toraja, Ketua DPD PKS setempat juga menjadi deklaratornya.

Sedangkan di Gowa, tiga anggota KPU ikut membidangi lahirnya ICMI Muda di daerah ini. Di Selayar, anggota fraksi PAN mendeklarasikan tercatat sebagai deklarator ICMI Muda. Di Takalar, Ketua DPC PBB dan Ketua DPD Partai Patriot juga menjadi deklarator ICMI Muda.

Kendati diwarnai partai politik, Koordinator Tim Kerja Nasional (Tiknas) ICMI Muda, AM Iqbal Parewangi, menjamin ICMI Muda tetap independen. Justru warna-warni partai politik itu akan semakin memperkuat ICMI Muda. Dia menegaskan bahwa ICMI Muda berbeda dengan ICMI “tua” yang pernah didominasi warna tertentu.

“Sejak awal kami sampaikan kepada sahabat-sahabat yang telah dan akan mendeklarasikan ICMI Muda untuk memperhatikan empat prinsip pelangi ICMI Muda dalam penyusunan personalia deklarator,” jelas Iqbal.

Empat unsur pelangi dimaksud adalah, pelangi profesi, pelangi organisasi, pelangi keilmuan, dan pelangi politis. Selain sifat pelangi ini, Iqbal juga menjamin ICMI Muda akan selalu berada pada jalur independen. “ICMI Muda tidak akan terkooptasi dari unsur-unsur politik tertentu,” jelas Iqbal. (bie)