Pembukaan ; Menegangkan Sekaligus Membanggakan

Upacara Pembukaan Satu hal yang mengagumkan saya, kali ini penonton dan masyarakat tertib. Lapangan dipenuhi oleh masyarakat dari pelosok Enrekang. Hingga acara selesai sekitar pukul 23.00 Wita, mereka tidak beranjak dari tempat duduk di atas rumput atau bangku. Tidak ada keributan. Acara berlangsung sukses.
Setelah Gubernur M Amin Syam menekan tombol sirene, sebagai tanda MTQ dibuka, beberapa saat suasana hening. Gubernur menekan tombol sirene dua kali, tapi “salak raksasa” belum terbuka.

Beberapa menit vakum. Setelah lampu di seluruh lapangan padam, prosesi pembukaan pun dilangsungkan. Diawali bunyi gemuruh, angin, dan cahaya berkilau bagai bintang di langit jatuh ke bumi secara perlahan menuruni tali hingga sampai ke panggung tempat salak.

Asap mengepul dan salak secara perlahan terbuka dan pada saatnya. Seorang qariah muncul dari bawah panggung dalam posisi duduk siap membacakan ayat suci Alquran. Si qariah itu adalah St Hasna, qariah terbaik Sulsel. Dia juara I Tingkat Nasional di Palangkaraya 2004 dan juara harapan Internasional antarbangsa di Malaysia pada tahun yang sama.

Hadirin kagum dan tak memberi suara. Tenang. Tak ada tepuk tangan.

Suatu pertunjukan yang indah dan memesona yang sulit ditemukan pada MTQ sebelumnya. Maklum, tata cahayanya langsung didatangkan dari Makassar, lengkap dengan obor listrik milik Macora. Tari massal sekitar 500 orang pelajar putri ciptaan Abdi Basit alias Cucut sungguh mengagumkan. Apalagi dipadu dengan narasi yang dibacakan penyair Udhin Palisuri, putra Enrekang.

Komitmen Bupati

Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung, membuat orang tercengang, kagum, dan bangga. Seorang bupati tampil di atas panggung membaca Alquran bergabung bersama dengan qari-qariah terbaik Sulsel.

“Pak Bupati memang hebat,” bisik orangtua di samping saya. Saya hidup di Enrekang, baru ada bupati mau tampil mengaji di depan gubernur dan masyarakat.

Bupati juga berjanji, apabila Enrekang juara umum, dia akan memberi hadiah tambahan untuk para qari dan qariah. Nilainya sebesar jumlah yang disiapkan gubernur, yakni Rp150 juta. Bupati memenuhi janji itu dan diserahkan pada malam penutupan.

Bukan itu saja, didukung Ny. La Tinro, malam penutupan diserahkan hadiah umrah kepada sembilan orang mengaji, imam masjid dan PNS yang berprestasi. (Bersambung)