Sukses Dari Komitmen Bupati

Selama sepekan peserta kafilah berada di Bumi Massenrempulu, tepatnya dari tanggal 28 April-3 Mei 2006, sekitar 1000 orang yang terdiri dari peserta, penggembira, ofisial, hadir membaur dalam berbagai kegiatan sebagai rangkaian acara Musabaqah Tilawatil Qur’an yang merupakan kegiatan 4 tahun sekali, diselenggarakan untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Sulawesi Selatan pada MTQ Nasional yang akan berlangsung pada bulan Juli 2006 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Di kalangan Qari-qariah dan peserta MTQ, sebelum menghadiri MTQ banyak yang bertanya, apa saja yang dibuat oleh Enrekang sebagai tuan rumah, karena publikasi, dan pemberitahuan sebelumnya memberi kesan bahwa Enrekang memberi pelayanan, acara yang berbeda dengan apa yang pernah diterima dari MTQ sebelumnya baik di daerah Bantaeng, selayar, dan sebagainya, sehingga merekapun bertanya, kelebihan apa yang akan disuguhkan ingin diketahui, bahwa Enrekang dengan keadaan alam dan keadaannya pada masa lalu, mampukah Enrekang menjadi tuan rumah dengan keadaan seperti sekarang. Pertanyaan itu yang mendorong orang untuk datang di Enrekang, terbukti pada saat pendaftaran peserta dan penggembira di luar dugaan, peserta yang jumlahnya hanya 50 orang, penggembiranya mencapai 100 orang, dan hampir kfilah yang datang melampaui jumlah yang diperkirakan panitia.

Demikian pula sumber daya manusia pelaksana, yang untuk ukuran propinsi masih snagt perlu ditingkatkan, dilihat dari pengalaman, kemampuan, dan sebagainya, sehingga panitia harus bekerja keras untuk itu.

Hari terakhir menjelang pembukaan tanggal 27 April 2006, peserta masih tetap berdatangan, hingga larut malam, dan acara malam ta’aruf yang berlangsung 28 April 2006 diharapkan semua peserta sudah harus tiba di kota Enrekang.

Persiapan tempat pelaksanaan lomba di enam tempat, diantaranya panggung utama, untuk upacara pembukaan/penutupan, lomba Qira’ah Sab’ah. Tafsir bahasa Arab, Inggris, Indonesia, dan tilawah dewasa serta lomba qasidah masih kelihatan pembenahan, malah buah salak raksasa yang sudah ditempatkan sejajar dengan menara Tilawah harus dipindahkan kurang lebih 10 meter ke depan karena tidak strategis, yang mana panggung itu pula akan digunakan untuk haflah Alqur’an oleh Qari dan Qariah terbaik Sulawesi sealatan pada puluhan tahun yang lalu, akan mengaji bersama dengan bupati enrekang La Tinro La Tunrung, hingga sore tanggal 29 April 2006 masih terus dibenahi, karena kemampuan camat Alla’ bersama pekerjaannya mengerjakan secara maraton 2 hari siang malam memindahkan panggung tersebut dan membenahinya dengan penuh kesungguhan, menarik karena Bupati Enrekang, terus berada di lapangan batili, memimpin langsung, pekerja dan memberikan petunjuk masukan untuk suksesnya pelaksanaan pembukaan dan kegiatan MTQ.