Enrekang — Tahun ini Pemkab Enrekang menganggarkan Rp100 miliar untuk peningkatan status jalan. Angka ini cukup besar, mengingat APBD Enrekang totalnya Rp300 miliar lebih.
Hal ini dikemukakan
Ketua Bappeda Enrekang, Djajadi Silamma, saat berkunjung ke redaksi Fajar, Kamis, 18 Mei kemarin. Menurutnya, peningkatan status jalan mutlak dilakukan, mengingat Enrekang merupakan sentra agropolitani.

“Potensi ekonomi yang paling menonjol di Enrekang adalah pertanian dan perkebunan. Percuma saja petani menghasilkan langsat yang baik, tapi mereka sulit memasarkannya hanya karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan,” jelas Djajadi.

Djajadi menambahkan, pada 2005, telah direalisasikan 1,7 km jalan yang tersebar di berbagai daerah, terutama di daerah terpencil. Sedangkan untuk 2006, ditingkatkan lagi menjadi 2,4 km.

“Pengawasan yang ketat juga diberlakukan selama proses peningkatan status jalan tersebut. Banyak rekanan yang dikenakan sanksi, karena tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak,” ujarnya.

Dia mencontohkan, bila dalam proyek jalan rekanan hanya menyelesaikan 4 km dari 5 km yang direncanakan, akan dikenakan denda. Bahkan bila ada yang melakukan pelanggaran berat, rekanan bisa di-blacklist.

Iklan