4000 Warga Enrekang Bertemu

PENTAS hajatan dengan melibatkan ribuan orang dan seni budaya rakyat daerah pernah digelar Toraja Mamali. Pentas serupa juga akan digelar masyarakat Duri-Enrekang, dengan nama pesta rakyat “Buntu Batu Mario” di kecamatan yang baru terbentuk yakni Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang.

Rencananya akan dihadiri ribuan warga dengan sejumlah acara keluarga dan pagelaran kesenian rakyat. Pesta keluarga itu berlangsung pada 19-20 Januari mendatang, dan akan dihadiri Gubernur Sul sel HM Amin Syam dan Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung.

“Pesta rakyat ini sudah dikonsultasikan dengan bupati yang merupakan rangkaian kegiatan silaturrahmi dan syukuran atas disyahkannya Buntu Batu menjadi kecamatan pemekaran dari Baraka pada Oktober 2006 lalu oleh DPRD Enrekang,” kata Ir Rusdin Tabi MBA, Sabtu (6/1) didampingi panitia “Buntu Batu Mario” Drs Syamsul Tanca dan Ir Idham Khalik. Saat dikonfirmasi akan rencana dimaksud anggota DPRD Enrekang asal Buntu Batu, Mustamin Amri mengatakan, “Tujuan pembentukan Kecamatan Buntu Batu, untuk mendekatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan agar warga setempat lebih maju kedepan dibandingkan sebelumnya.”

Pemerintahan Kerajaan Duri di masa lalu berbentuk ‘federasi’ dari Tiga kerajaan yang dikenal dengan nama “Tallu Batu Papan”, yakni Buntu Batu, Malua, dan Alla. Kerajaan Buntu Batu bahkan pernah memperoleh semacam Satya Lencana Pembangunan atau penghargaan tertinggi atas prestasi dalam pembangunan dari Kerajaan Belanda di masa kepemimpinan Puang Bangon. Hajatan juga bertujuan mempererat kekerabatan keluarga besar eks Kerajaan Buntu Batu, serta upaya mengembalikan semangat kejayaan masa lalu, ujar Rusdin Tabi.
Sementara itu, Ketua Umum Buntu Batu Mario, Syamsul Tanca, mengatakan pesta rakyat nanti akan dihadiri tidak kurang dari 4000 orang yang berasal dari keluarga Besar Buntu Batu, baik yang berdomisili di wilayah Enrekang, maupun yang tersebar di penjuru rantau, seperti dari Kalimantan, Jawa, Malaysia dan terutama dari berbagai daerah di Sulsel. (syamsul haliq)

Iklan