ENREKANG–Jumlah kecamatan di Enrekang genap berjumlah sepuluh setelah Kecamatan Baraka dimekarkan menjadi Baraka dan Buntu Batu. Sebelumnya telah ada kecamatan Alla, Alla Timur, Anggeraja, Anggeraja Timur, Baraka, Enrekang, Enrekang Selatan, Maiwa, dan Maiwa Atas.

Syukuran peresmian Kecamatan Buntu Batu itu berlangsung di halaman SMP Negeri 2 Baraka, Enrekang, Jumat kemarin. Gubernur Sulsel, HM Amin Syam bersama Bupati Enrekang, Latinro Latunrung hadir langsung dalam acara itu. Selain syukuran, Latinro juga melantik Muzakkir sebagai camat Buntu Batu.

Gubernur dalam arahannya mengatakan pemekaran suatu daerah akan memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Alasannya, masyarakat semakin dekat dengan pusat pemerintahan daerah yang dimekarkan. Dengan dimekarkannya suatu daerah, kata Amin juga akan membentuk sentra-sentra pembangunan baru yang bermuara pada bertumbuhnya jaringan pembangunan.

“Pemekaran juga akan meningkatkan prakarsa dan kreativitas masyarakat. Sebab tidak akan ada pembangunan baru kalau tak ada prakarsa dan kreativitas masyarakat. Ini paling urgen dalam pemekaran suatu daerah,” jelas Amin.

Bupati Enrekang Latinro Latunrung dalam sambutannya juga meminta Camat Buntu Batu agar berpikir secara analisis dan praktis dalam mencermati persoalan-persoalan yang ada di wilayahnya. Camat juga diminta bisa memecahkan secara tepat dan proporsional serta harus menjadi mediator bagi masyarakatnya.

Pembentukan kecamatan Buntu Batu dituangkan dalam perda nomor 7 tahun 2006. Menurut Latinro, Buntu Batu memili luas wilayah 126.65 km2 dengan jumlah penduduk 12.393 jiwa. (pap)

Iklan