ENREKANG — Tersangka kasus penyalahgunaan dana pemasaran Pasar Sudu, Dulman, sejak Senin, 5 Maret, resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.Kasi Intel Kejari Enrekang, Andarias, kepada Fajar, Selasa, 6 Maret kemarin menjelaskan bahwa penahanan tehadap tersangka Dulman, dilakukan untuk memudahkan proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Enrekang. “Karena dalam waktu dekat ini, berkas tersangka akan kita limpahkan ke pengadilan, paling lambat awal pekan depan, makanya kita melakukan penahanan,” ujar Andarias.

Dia menjelaskan, penetapan Dulman sebagai tersangka karena posisinya waktu itu sebagai bendahara Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) tahun 2003. Tersangka mengelola dana pemasaran pasar Sudu senilai Rp620juta.

Dana tersebut, lanjut Andarias, harusnya disetor ke Dinas Perindustrian dan Perekonomian Rakyat Enrekang. Namun Dulman justru menyetor dana tersebut kepada Bupati Enrekang yang waktu itu masih dijabat oleh Iqbal Mustafa (almarhum).

“Total dana Pasar Sudu itu kan Rp1,6 miliar. Yang diselewengkan Dulman sebesar Rp520 juta. Ini yang diberikan kepada bupati (Iqbal),” paparnya. Menurut Andarias, ada tiga pasal yang akan menjerat Dulman nantinya. Masing-masing pasal 2, 3, 8, UU No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara. Kasus ini akan ditangani Kasipidum Kejari Enrekang, Tuwo, dan Kasi Intel Andarias.

Sekadar mengingatkan, dalam kasus ini Kejati Sulsel pernah menetapkan Iqbal Mustafa sebagai tersangka. Namun kasusnya tidak dilanjutkan, karena yang bersangkutan meninggal dunia.

Iklan