Diduga Dijual Rp 50-100 Juta ke Luar Sulsel
Enrekang, Tribun — Sejumlah batu nisan yang merupakan peninggalan leluhur di Kabupaten Enrekang, dikabarkan hilang karena dicuri.
Maraknya pencurian batu nisan yang diduga milik keluarga Kerajaan Duri Adea Punne atau Kerajaan Bolang, sejak beberapa bulan lalu, membuat resah warga setempat di Desa Bolang, Kecamatan Alla.

Tokoh masyarakat setempat, Datan (75), yang dikenal banyak tahu sejarah Kerajaan Bolang, Rabu (6/3), sangat menyayangkan pencurian benda-benda bersejarah itu.
Menurutnya, sekitar 20 buah batu nisan dari lokasi pemakaman keluarga kerajaan yang tingginya rata-rata satu meter, hilang sejak tiga bulan terakhir.
Ketika memberi keterangan kepada wartawan, Datan didampingi Ketua Forum Enrekang, Udin Garing Syamsul Alam. Udin menduga, nisan curian itu dijual ke luar Sulsel seharga Rp 50 sampai Rp 100 juta.
Tokoh masyarakat lainnya, Erlanding (77), yang juga banyak tahu sejarah Kerajaang Bolang menambahkan, batu nisan yang hilang antara lain milik Nene Adea Pune yang digelar Boco. Menurut catatan sejarah, Nene Adea Pune meninggal tahun 1916.
Nisan bernilai sejarah lainnya yang hilang di antaranya milik Lamangera, Nene Lasina, Nene Puang Gunturan, dan Nene Tuan Muda.
Datan, Erlanding, dan Udin berharap aparat keamanan dan pemerintah setempat bertindak tegas untuk menjaga serta melestarikan benda-benda bersejarah, yang lokasinya sekitar 30 kilometer dari Kota Enrekang.
Pada zaman dahulu, kerajaan ini meliputi wilayah Alla, Malua, dan Buntu Batu. (rip)