ENREKANG, BKM — Tenggelam selama dua dekade, Gabungan Sepakbola Masserempulu (Gasma) Enrekang, menjelma menjadi kekuatan yang sangat ditakuti di kancah sepakbola Sulsel. Terpilihnya La Tinro La Tunrung, menjadi Bupati Enrekang, secara tidak langsung merangsang bangkitnya semangat sepakbola di Enrekang.

Hal ini wajar karena selama ini La Tinro dikenal sebagai sosok yang gila bola. Di Ligina II dan III, ia menjadi manajer tim PSM Makassar berlaga di divisi utama. ”Enrekang punya banyak talenta bagus di sepakbola. Maka, tentu sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik,” kata La Tinro, dalam sebuah kesempatan
Bupati ini memang membuktikan janjinya. Hanya berselang dua tahun semenjak memimpin, ia langsung menyulap timnya menjadi tim yang disegani. Kiprah tim ini tak hanya di seputaran Sulsel. Tetapi bahkan bisa menembus hingga persaingan sepakbola di Indonesia Timur dengan lolos berlaga di divisi dua.
Sayangnya, kiprah perdana mereka di Divisi II PSSI 2006, belum menunjukkan hasil yang bagus. Tergabung di Grup IV B bersama tim lain di Sulsel seperti Perssin Sinjai, Gaspa Palopo dan Persigowa serta tuan rumah Persidago Gorontalo, mereka langsung keok.
Tim Bumi Massenrempulu itu terbenam di dasar klasemen karena hanya mengumpulkan satu poin. Poin perdana Gasma diperoleh pada pertandingan ketiganya menghadapi Persinab Nabire, yang berakhir 1-1. Sebelumnya Gasma kalah dari Perssin 0-1 dan Persidago 1-4.
Untuk Liga Sulsel ini, mereka menyatakan siap untuk ikut serta. Kesiapan tim bukan menjadi masalah karena mereka memang sudah memiliki pemain yang siap dimainkan. (R6-mal)