ENREKANG, BKM – Arif Rahman, anggota satuan pengamanan (Satpam) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Enrekang, mengaku ditodong pistol oleh oknum anggota Polres Enrekang, berinisial Is. Menurut pengakuan korban, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (17/3) dinihari sekitar pukul 00.15 Wita. Ketika itu, korban sedang bertugas malam.

Akibat kejadian ini, aku Arif, dirinya sempat shock. Waktu itu, korban hendak keluar untuk mengamati situasi di sekitar kantor Diknas. Ternyata, di depan pintu kantor seorang oknum polisi berpangkat Bripda tersebut, sedang berduaan dengan teman wanitanya.
”Saya tidak tahu kalau ada orang di depan pintu. Jadi begitu saya membuka pintu, polisi tersebut langsung naik pitam karena merasa diintip. Saat itu pula, dia mengajak untuk berkelahi dan langsung menodongkan pistol ke arah saya,” beber Arif didampingi adiknya, Musmahendra kepada wartawan, kemarin.
Musmahendra sendiri mengaku akan melaporkan hal ini ke Polda Sulsel. ”Kasus ini akan saya laporkan ke Polda Sulsel dalam waktu dekat ini. Tapi sebelumnya saya juga harus melapor ke Polres Enrekang,” tegasnya.
Menurut anggota LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel ini, peristiwa yang dialami kakaknya tersebut, harus diproses secara hukum. Karena pelaku adalah anggota polisi yang notabene pengayom masyarakat, bukan penindas.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Musa SH yang dikonfirmasi via telepon, kemarin, mengaku, belum mengatahui hal ini. Menurutnya, dia baru akan memberikan keterangan hari ini.
”Saya belum tahu masalah ini. Besok (hari ini, Red) saya akan memberikan keterangan. Karena saya juga masih harus berkoordinasi dengan atasan saya,” ujarnya. (Rd32/mir)