ENREKANG– Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Enrekang menarik enam pucuk senjata milik anggotanya, di mapolres Enrekang, kemarin. Hal ini dilakukan untuk menertibkan penggunaan senjata bagi personel jajaran Polres Enrekang. Semuanya berjenis senjata genggam revolver.

Kanit P3D, Iptu Moch Rivai DS, kepada Fajar menjelaskan bahwa penarikan senjata tersebut hanya dilakukan terhadap personel polres yang surat kepemilikan senjatanya sudah tidak berlaku lagi.

“Sebenarnya, pada saat kejadian di Semarang beberapa waktu lalu, kita langsung membuat surat untuk melakukan penertiban itu, namun baru terlaksana hari ini, dan kita lebih duluan melakukan penertiban ini dari Polwiltabes Makassar,” tandasnya.

Dia menambahkan, senjata yang ditarik itu, sebagian besar dari anggota yang melakukan pengamanan di kantor-kantor bank serta kantor-kantor pemerintahan. “Ini dilakukan untuk menertibkan penggunaan senjata bagi anggota,” ujarnya.

Selain itu lanjut Moch Rivai, dalam waktu dekat, pihaknya akan turun ke polsek-polsek untuk melakukan hal serupa, karena beberapa personel Polsek masa penggunaan senjatanya sudah berakhir.

Dijelaskan pula, pihaknya juga telah mengirim surat ke polda untuk melakukan tes psikologi bagi anggota yang akan diberikan senjata. “Aturannya memang kan setiap tahun tes psikologi itu dilakukan, sekarang kita sudah bersurat ke polda untuk datang melakukan tes tersebut,” paparnya lagi.

Menurutnya, personel yang telah ditarik senjatanya bisa saja kembali menggenggam senjata, asalkan yang bersangkutan memenuhi syarat dan lulus tes. (pl04)

Iklan