ENREKANG– Hanya dalam kurun waktu dua bulan lebih, yakni Januari 2007 hingga kemarin, DPRD Kabupaten Enrekang telah menerima 16 proposal yang diajukan olehtokoh masyarakat yang intinya mengusulkan agar daerah mereka dimekaran. Proposal tersebut berasal dari berbagai Kecamatan yang ada di Bumi Massenrempulu. Dari 16 proposal yang diusulkan itu, alasan mereka umumnya sama. Yakni mengenai pelayanan publik.

“Pelayanan publik serta percepatan pembangunan menjadi alasan utama kita meminta pemekaran desa,” ujar Embong Bulan, tokoh masyarakat dari Kecamatan Alla, yang ditemui di dewan, kemarin.

Proposal tersebut diajukan satu desa dari Kecamatan Anggeraja, dua desa dari Kecamatan Curio, Dua desa dari Kecamatan Alla, satu desa dari Kecamatan Malua, Kecamatan Baraka dan Kecamatan Enrekang, serta delapan desa dari Kecamatan Maiwa.

Menanggapi banyaknya proposal usulan pemekaran desa yang masuk di dewan itu, Wakil Ketua DPRD Enrekang, H Syafruddin, mengakui bahwa persyaratan sudah tidak ada masalah.

“Artinya desa tersebut sudah layak dimekarkan, dan memang itu yang menjadi prioritas kita tahun ini. Sekarang kita tinggal melakukan konsultasi dengan para
tokoh masyarakat di desa yang bersangkutan,” ujar legislator dari PAN itu, kemarin.

Sekretaris Komisi I bidang pemerintahan DPRD Enrekang, H Rassangan, menambahkan bahwa, dari 16 proiposal yang masuk, hanya tiga desa yang belum
memenuhi syarat untuk dimekarkan.

“Itu karena salah satu persyaratan belum dipenuhi, yakni dari segi jumlah penduduk,” tandasnya. Namun dia enggan menyebut desa yang belum layak dimekarkan
tersebut, dengan alasan kurang etis. (pl04)