ENREKANG—Ratusan petani tomat di Kabupaten Enrekang, khususnya petani tomat di sekitar Kecamatan Anggeraja dan Alla, menjerit akibat harga tomat di pasaran anjlok.Kondisi ini makin diperparah dengan kurangnya pembeli, baik pembeli dari dalam daerah, maupun dari luar daerah, sementara panen tomat tahun ini terbilang
melimpah. Akibatnya, banyak petani yang membiarkan tomatnya busuk begitu saja, karena anjloknya harga dan kurangnya pembeli.

Bahkan dari pantauan Fajar di pasar Cakke Kecamatan Anggeraja, kemarin, sejumlah petani tomat meninggalkan tomatnya begitu saja di lapangan jika ada yang tidak laku terjual.

Seorang petani tomat, Zaeni Saloko yang ditemui di pasar Cakke menjelaskan, ada dua jenis tomat yang ada di pasar Enrekang saat ini, yakni jenis spirit dan
jenis keriting, namun menurut dia, yang anjlok adalah hanya jenis keriting. Sementara yang jenis spirit masih harga standar.

Menrut Zaeni, untuk jenis keriting, harganya saat ini hanya Rp3000 per keranjang, (berat dalam satu keranjang antara 8 hingga 10 kilogram), padahal harga normalnya kata dia kadang mencapai Rp7000-8000/keranjang. Dengan demikian, harga tomat
keriting saat ini hanya sekitar Rp300/kilogram

Sementara untuk jenis spirit, harga pasaran saat ini masih terbilang normal, yakni Rp 10.000/ keranjang. Namun jenis ini sudah mulai berkurang yang masih melimpah saat ini adalah jenis keriting.

“Kita tidak bisa apa-apa kasian, harga sudah murah tidak ada pula pembeli, jadi biar kita mau jual murah kalau tidak ada pembeli sama saja, kita biarkan saja busuk seperti itu, karena tidak ada juga artinya kalau mau dibawa pulang,” ujar Zaeni.

Sementara itu, Iwan (38), salah seorang petani yang ditemui di pasar Sudu, juga mengeluh karena harga anjlok dan kurangnya pembeli. Untuk itu dia berharap kepada pemerintah dapat memberikan solusi bagi petani. Karena menurut dia, ratusan bahkan ribuan petani tomat yang ada di Enrekang menderita kerugian akibat ini. “Kami tentunya berharap pemerintah dapat melihat kondisi kami, paling tidak memberikan solusi bagi masalah yang kami hadapi saat
ini,” ujar Iwan.(pl04)