ENREKANG–Air susu dibalas dengan air tuba, kalimat inilah kira-kira yang pantas dialamatkan pada Coni. Bagaimana tidak, kakek berumur 52 tahun ini, tega menggagahi cucunya sendiri yang tak lain adalah orang yang sehari-harinya merawat dia. Peristiwa ini terjadi di Desa Sibolang Kampung Cendana, Kecamatan Anggeraja.Ironisnya, meski kedua kaki Coni sudah dalam kondisi lumpuh, namun hal ini tidak membuat dia kesulitan untuk menghamili cucunya, bahkan menurut pengakuan korban, Yeny 14 (nama samaran), perbuatan kakeknya tersebut berlangsung sejak tahun 2004 silam.

Namun korban takut melaporkan hal ini kepada kedua orang tuanya, karena diancam akan dipukuli oleh sang kakek biadab. “Saya diancam akan dipukul kalau melapor, makanya saya tidak berani melapor,” ujar Yenny.

Perbuatan Coni baru terbongkar pada malam Selasa 20 Maret 2007, ketika itu Coni minta untuk dilayani, namun Yeny menolak, adu mulut antara kakek dan cucu pun terjadi. Pertengkaran ini didengar oleh Jini (42), ibu korban yang sedang menonton televisi di rumah tetangga.

Mendengar pertengkaran itu, Jini lalu menanyakan kepada anaknya kenapa sampai bertengkar dengan kakeknya, namun yeny hanya memberi jawaban bahwa kakeknya selalu mengganggunya.

Pertengkaran itu rupanya membuat Jini mulai curiga kepada tersangka Coni dan anak kandungnya itu, keesokan harinya ibu 6 anak ini langsung mendesak anaknya agar meceritakan kejadian sesungguhnya.

“Saya tidak tahu mau bilang apa lagi ketika itu, paman saya (Coni red) yang sudah lumpuh, tega melakukan hal itu kepada cucunya sendiri. Padahal anak sayalah yang merawat dia selama ini, mulai dari urusan makan, mandi dan lain-lain,” ujar Jini
ibu korban, yang ditemui di kediamannya, kemarin.

Dari hasil visum dokter Puskesmas Anggeraja, korban Yeny yang baru kelas empat (tiga kali tinggal kelas) di bangku Sekolah dasar ini, positif hamil sejak lima bulan terakhir.

Sementara Coni saat ini, meski tidak ada laporan keluarga korban, namun aparat dari Polsek Anggeraja Kabupaten Enrekang, tetap memproses dia sesuai hukum. “Kami tetap menahan dia, meski tidak ada laporan pihak keluarga, karena ini kasus pencabulan,” ujar Kapolsek Anggeraja, AKP Jacnes Tatuil, kemarin.(pl04)

Iklan