ENREKANG– Puluhan ayam peliharaan warga di Kelurahan Buntu Sui Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, ditemukan mati mendadak, Selasa Sore lalu. Pada hal dari pengakuan warga, ayam tersebut tidak memperlihatkan tanda-tanda terserang penyakit.Karena khawatir ayam mereka terserang flu burung, warga pun langsung melaporkan hal ini ke Camat Alla, Rabu kemarin.

Menurut H Siang, puluhan ekor ayamnya mati mendadak saat akan dimasukan ke dalam kandang, tanpa diketahui penyebabnya. “Sepuluh ekor ayam saya mati dalam waktu yang bersamaan, saya juga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar H Siang.

Hal serupa dialami Nurjanna yang juga tetangga H Siang. Menurut dia, pada Selasa Sore, tujuh ekor ayamnya mati secara tiba-tiba. Untuk itu, dia mengambil inisiatif untuk melaporkan hal ini ke kantor Kecamatan.

“Kita takut jangan sampai ini gejala flu burung, makanya harus segera dilaporkan,” kata Nurjanna

Mendengar laporan warga itu, Camat Alla, Kamaruddin Tahir, langsung mengarahkan warganya ke Dinas Peternakan untuk mengambil obat vaksin. Dia juga
mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan vaksinasi terhadap ayam peliharaannya.

“Untuk mencegah agar unggas warga tidak terkena virus flu burung, masyarakat bisa mengambil vaksin di dinas peternakan,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Alla, dr Johan, yang dikonfirmasi mengatakan, pencegahan virus flu burung menjadi wewenang dinas peternakan. Menurut dia, dinas kesehatan hanya terlibat dalm hal pengobatan.

“Bukannya kita mau lepas tangan, tapi yang bertugas sepenuhnya dalam melakukan pencegahan adalah dinas peternakan, kita hanya melakukan pengobatan,” kuncinya.

Kepala bidang produksi peternakan, dinas Peternakan Enrekang, dr Junwar, yang hendak dikonfirmasi wartawan, kemarin, sedang tidak di tempat. Menurut Emmi Kalsum, salah seorang stafnya, dr Junwar sedang dinas ke Jakarta. (pl04)