ENREKANG, Upeks–Kegelisahan warga Enrekang untuk menyelamatkan alur Sungai Saddang belakangan mencuat, pasalnya Dua alur sungai besar yakni Saddang dan Mata Allo yang bertemu di Kota Enrekang, akibatnya meski tak hujan di kota, namun banjir tetap saja terjadi dan mengancam poros jalan provinsi Sulsel.

“Program konservasi dan pengembangan Sungai Saddang pada tahun ini mulai dilaksanakan dengan memanfaatkan dana total Rp11 miliar, diantaranya Rp2 miliar telah selesai mereklamasi Sungai Mata Allo dan sisanya digunakan untuk merevitalisasi alur Sungai Saddang dengan pengerukan pada alur awal yang mengalami sedimentasi,” ungkap Bupati La Tinro La Tunrung belum lama ini.
Program konservasi dan pengembangan Sungai Saddang saat ini mulai ditata dengan membuat alur sungai baru selebar 80 meter. Langkah itu untuk lebih memberi manfaat baik mencakup fungsi ekologis, fungsi fisik dan sosial ekonomis.
Jika pekerjaan yang sumber dananya berasal dari dana bantuan bencana alam itu rampung maka akan mengembalikan fungsi ekologis sungai dan terbentuknya daratan baru karena alur lama dilakukan penimbunan.
”Hal itu untuk mengurangi luas sungai akibat sedimentasi yang semakin memprihatinkan dan terus mengancam jalur propinsi, selain itu juga memperlancar aliran sungai Saddang yang bertemu dengan sungai Mata Allo dan tambahan puluhan Ha daratan baru,” jelas Ir Benny, PUK Enrekang saat dikonfirmasi Upeks, Selasa (9/4) lalu. (Syamsul Haliq)

Iklan