ENREKANG– Kantor Kesejahteraan sosial (kesos) Enrekang, mengaku belum dapat mengetahui secara total kerugian yang diakibatkan oleh banjir tersebut. Menurut Kepala kantor Kesos Enrekang, Drs Umar T, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan di lapangan.”Tim yang melakukan pendataan masih bekerja di lapangan, sehingga kita belum tahu berapa total kerugian akibat banjir kali ini,” ujar Umar T, kemarin.

Kersos lanjut Umar, juga masih menunggu laporan kerugian dari para Kepala desa dan camat yang daerahnya terendam banjir. “Setelah tim pendata dan laporan dari camat dan kepala desa rampung, baru kita rapat untuk menghitung jumlah kerugian,” jelasnya. Namun dia tidak menjelaskan sampai kapan pendataan itu dilakukan.

Sementara itu, wakil Ketua Komisi I DPRD Enrekang, Budi Jaya Palisuri, mengatakan, selain melakukan pendataan di lapangan, eksekutif juga harus melakukan perbaikan selokan dalam kota agar bencana ini tidak terulang lagi.

“Pemerintah daerah (eksekutif) harus melakukan perbaiklan seluruh selokan dalam kota, agar ketika terjadi hujan deras atau banjir, genangan air dalam kota tidak lagi seperti saat ini,” ujarnya. (pl04)