ENREKANG– Aktivitas belajar mengajar pada beberapa sekolah di Kota Enrekang yang tergenang banjir bandang, Rabu lalu, belum bisa berjalan. Hal ini disebabkan kondisi ruang kelas yang masih dipenuhi lumpur.Siswa yang sempat datang ke sekolah hanya membersihkan ruangan kelas, serta mengumpulkan arsip-arsip sekolah yang terendam banjir. Sekolah yang belum aktif melakukan proses belajar-mengajar seperti SMK PGRI, SMP 2, SD 41 dan SD 172.

Sementara untuk SMAN 1, meski sempat terendam banjir, namun beberapa kelas di sekolah favorit Enrekang ini, tidak terendam banjir, sehingga hanya siswa yang kebetulan terendam kelasnya yang diliburkan.

Kepala sekolah SMK PGRI Enrekang, Drs Rusman, mengetakan, pihaknya terpaksa meliburkan siswa karena fasilitas yang menunjang proses bejalar mengajar, tidak
bisa difungsikan. Selain itu kata dia, kondisi ruangan kelas yang masuh berantakan.

“Kita terpaksa meliburkan siswa, karena tidak mungkin kita mau belajar dalam kondisi berantakan seperti ini,” ujar Rusman, di sekolahnya kemarin.

Dia menjelaskan, kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang itu sekitar Rp 37 juta. Kepala sekolah SMPN 2 Enrekang, Drs Ismail menambahkan, kemungkinan proses belajar mengajar baru bisa berjalan dengan normal, pada hari Senin pekan depan. “Proses
belajar mengajar, mungkin minggu depan baru bisa normal kembali. Sekarang kita masih mengatur arsip-arsip yang terendam,” tandasnya.

Bukan hanya siswa yang diliburkan, beberapa unit kerja juga belum dapat melakukan aktivitas kantor seperti biasanya. Para pegawai masih sibuk membersihkan ruangan kantor dari lumpur.

Hal ini terlihat pada dinas pendidikan, kantor pariwisata, dinas perindustrian dan perekonomian daerah. Letak ketiga Kantor ini memang tidak jauh dari bibir sungai. (pl04)

Iklan