ENREKANG, Upeks–Berlakunya PP 58/2005 menggantikan PP 105/2000, serta Permendagri 13/2006 tentang pengelolaan dan pertangunggungjawaban keuangan daerah di lingkup Pemkab Enrekang mulai disosialisasikan (12/4). Namun sejumlah pihak mengeluhkan lambatnya materi Permendagri tiba di tangan Pemkab Enrekang.

Tim Konsultan keuangan daerah Prov. Sulsel yang mengawal pertemuan mendapat tanggapan beragam dari peserta, meskipun memberikan pemahaman jika sosialisasi ini cukup berhasil.
“Dengan memahami substansi PP 58/2005 diharapkan kita memahami dan memiliki persepsi yang sama sehingga terhindar dari adanya multi interpretasi yang bisa menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan dan menghindari kesulitan unit kerja untuk membaca aturan di bidang pengelolaan keuangan daerah, yang memang diatur dalam berbagai undang-undang,” jelas H La Tinro La Tunrung, Bupati Enrekang saat membuka pertemuan.
Ditetapkannya Permendagri 13/2006 setahun silam berbagai pokok kebijakan yang terkandung di dalamnya masih mendapat perhatian kalangan Pemkab, antara lain kejelasan kewenangan untuk terlaksananya chek and balances sehubungan dengan penyerahan kewenangan urusan tertentu yang dinilai agak lambat.
”Setelah sosialisasi PP 58/2005 akan efektif diberlakukan saat ini sebenarnya agak terlambat, sebab di daerah sudah ada beberapa unit kerja untuk urusan tertentu ditiadakan sehingga masalah pengalokasian anggaran rekening bantuan misalnya yang berada di unit kerja yang sudah dihapus bisa menimbulkan masalah. Maka sebelum PP 58/2005 diberlakukan perlu pertimbangan restrukturisasi organisasi unit kerja yang sesuai dengan ketentuan,” ungkit Drs Budiaman Dj Msi, Asisten III Pemkab Enrekang.
”Pemkab masih menunggu diterbitkannya PP sebagai pengganti PP 25/2000 tentang pembagian kewenangan pemerintah dan propinsi sebagai daerah otonom dan PP 8/2003 tentang organisasi perangkat daerah. Menyikapinya Pemda perlu menyiapkan Perda beberapa regulasi keuangan daerah sambil meningkatkan sistem aplikasi, data base perencanaan dan keuangan daerah,” ujar bupati.
(Syamsul Haliq)