Makassar, Tribun — Ikatan Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Enrekang meloloskan tiga pesilat untuk tim Pra-PON Sulsel, yakni Subaedah (kelas 65-70 kg putri), Lasinrang (kelas 70-75 putra), dan Herlina (kelas tunggal putri).

pencak silat

Seleksi untuk penentuan masuk tim Pra-PON dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Andi Mattalatta, Sabtu (14/4) lalu. Sebanyak 27 pesilat terjaring untuk masuk di kategori tanding serta tunggal, ganda, dan regu (TGR).

Kesuksesan IPSI Enrekang meloloskan tiga pesilatnya masuk tim Pra-PON tidak lepas dari campur tangan Ketua Umum IPSI Enrekang, M Hasbi Thala, dan dukungan dari Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung.
Hasbi yang juga salah satu pendekar kepala perguruan Tapak Suci Muhamaddiyah Putra se-Indonesia itu rutin melakukan pembinaan di daerahnya.
Salah satu buktinya adalah menempatkan Subaedah masuk Pelatnas SEA Games XXIV Thailand. Baru-baru ini, Subaedah mempersembahkan emas untuk Indonesia di Singapura Terbuka.
“Saya berharap pesilat Enrekang dan lainnya bisa lolos sampai ke PON dan mempersembahkan yang terbaik bagi tim Sulsel nanti. Kemampuan mereka sudah teruji, khususnya Subaedah,” kata Hasbi, yang membela Indonesia pada Kejuaraan Dunia Silat II di Singapura tahun 1998, Senin (16/4).
Hasbi yang berprofesi pengusaha adalah putra dari Muhammad Thala, salah satu pendiri kabupaten dan pencipta lambang daerah Enrekang, Massenrempulu.
Pra-PON pencak silat untuk wilayah empat akan digelar di Makassar, 4-10 Juni. Daerah yang masuk wilayah empat ini adalah Sulsel, Sulut, Sulteng, Sulbar, Sultra, Gorontalo, Papua, Irjabar, Maluku, dan Maluku Utara. (nda/asw)

Iklan