ENREKANG, Upeks—Walaupun terkesan lambat akhirnya Pemda Enrekang melalui kantor Kesos mengeluarkan pernyataan resmi kerugian akibat banjir 11 April lalu, senilai Rp3,05 miliar.

Laporan yang disampaikan tersebut adalah rekapitulasi dari sejumlah fasilitas umum, barang dagangan, puluhan ternak besar, tanaman padi (250 Ha) dan jagung (410 Ha), palawija (10 Ha), jalan longsor, termasuk jembatan.
“Tim penanggulangan bencana alam daerah sudah menerima data kerugian dampak banjir dari beberapa kecamatan yang desanya berbatasan langsung dengan bantaran sungai Saddang dan Mata Allo,” kata Umar T, kepada Upeks di ruangannya, Sabtu (28/4).
Terdapat Lima jembatan beton yakni Malua, Parombean, Tampo, Bt. Barana dan kota Baraka. Tiga jembatan kerangka baja yakni Penja, Tanete dan Papi. “Kerusakan yang dialami beberapa jembatan terutama longsoran pondasi tiang beton dan sayap beton sehingga mengancam ketahanan jembatan sekaligus mengurangi keamanan transportasi,” kata Umar.
Menghadapi curah hujan yang masih tinggi Pemkab Enrekang mengantisipasi dengan memberikan penanganan dini yang bersentuhan dengan perbaikan lingkungan dan kebutuhan dasar warga melalui penanganan unit teknis terkait, dan dilanjutkan penyebaran informasi dan imbauan untuk waspada dini jika cuaca memburuk. (Syamsul Haliq)

Iklan