motor

ENREKANG– Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Kabupaten Enrekang, meningkat dalam empat bulan terakhir. Data satuan lalulintas Polres Enrekang, dalam periode Januari hingga April, sudah tercatat lima kasus lakalantas. Tiga orang tewas dan dua luka berat serta tiga luka ringan. Kasat lantas Polres Enrekang, AKP Djamaluddin yang dikonfirmasi kemarin mengungkapkan, dari lima kasus tersebut, selain menelan korban meninggal, juga mengakibatkan kerugian materi Rp15,56 juta. Data ini belum termasuk kasus yang terjadi di bulan Mei.

Menurut Kasat, penyebab tingginya angka lakalantas di Bumi Massenrempulu, disebabkan kondisi jalan yang sempit, dan banyaknya tikungan di sepanjang jalan poros Enrekang.

“Tapi penyebab yang paling mendominasi adalah kurangnya kesadaran serta kehati-hatian masyarakat dalam berlalulintas,” tandasnya.

Selain itu lanjut Djamaluddin, personel yang kurang juga mempengaruhi tingginya kasus lakalantas. Personel lantas yang Polres Enrekang saat ini hanya 26 orang. Idealnya kata kasat, harus 41 orang. “Kami sudah mengusulkan ke Kapolres Enrekang agar ada penambahan personel,” kuncinya. (k4)