Juni 2007


Data Pemilih Sementara Sulsel Masih Bermasalah

Makassar, Tribun — Data pemilih hasil revisi Biro Bina Dekonsentrasi (dekon) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ternyata masih bermasalah. Sebuah desa di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, tercatat hanya memiliki calon pemilih sebanyak 65 orang. Angka itu dinilai sangat tidak masuk akal karena sebelumnya, jumlah pemilih di Desa Sudu, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang sebanyak 2.700 orang. Karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel untuk sementara menunda pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih.

Anggota KPU Sulsel Ridwan Jhonny Silamma kepada Tribun di ruang kerjanya, Rabu (27/6), mengungkapkan, setelah melakukan pemantauan di Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang, ia menemukan sejumlah masalah pelik khususnya mengenai data pemilih.

“Masa di Enrekang Ketua KPU-nya Tamsil Koto tidak tercatat sebagai calon pemilih. Ini kan aneh namanya, padahal semua orang yang memenuhi syarat wajib pilih berhak untuk didata,” kata mantan wartawan ini. KPU baru akan melakukan coklit calon pemilih setelah seluruh data dari daerah diterima dari Biro Dekon Sulsel dan seluruh anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) terbentuk di daerah. Rencananya, anggota PPK dan PPS akan dilantik oleh KPU pada minggu pertama bulan Juli mendatang. Pelantikan anggota PPK dan PPS akan dirangkaikan dengan pelaksanaan bimbingan teknis bagi para anggota PPK dan PPS ini.

Tiap TPS Maksimal 600 Pemilih
JUMLAH tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan pada Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan lebih sedikit ketimbang pemilihan presiden 2004 lalu. Setiap TPS akan ditempati sekitar 600 pemilih.
Pada pilpres lalu, jumlah TPS yang digunakan sebanyak 22 ribu yang tersebar di seluruh wilayah Sulsel dan Sulbar. Sedangkan pada pilkada yang akan digelar 5 November nanti, jumlah TPS yang diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel sebanyak 12.990-an TPS. Khusus Kabupaten Pangkep, KPU setempat meminta tambahan tujuh TPS lagi yang akan ditempatkan di beberapa pulau terjauh di wilayah pangkep. Penduduk di wilayah yang umumnya berbatasan dengan provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur ini diberi kebijakan satu pulau satu TPS. (rex)

Iklan

Parepare, Tribun — Laga semifinal antara tuan rumah Persipare Parepare melawan Gasma Enrekang di Stadion Gelora Mandiri, Selasa (26/6), terpaksa dihentikan di menit 55 akibat kerusuhan yang melibatkan pemain kedua tim dan penonton.
Panitia memutuskan melanjutkan sisa pertandingan selama 35 menit di tempat yang sama, Rabu (27/6) pukul 08.00 wita, tanpa penonton.

Bentrokan terjadi dua kali pada pertandingan yang untuk sementara dimenangkan tuan rumah 1-0 berkat gol yang dicetak Mugianto di menit 19.
Bentrokan pertama terjadi usai wasit Saada meniup peluit turun minum. Belum sempat meninggalkan lapangan, Saada diserang pemain Gasma yang kecewa dengan kepemimpinan wasit.
Saat aparat keamanan dan panitia mengamankan aparat pertandingan menuju ruang ganti, bentrokan lain terjadi antarpendukung dua kesebelasan.
Pendukung Gasma yang umumnya menempati tribun tertutup kanan terlibat aksi saling lempar dengan pendukung Persipare yang menempati tribun utara.
Aksi saling lempar botol air minum yang melayang di atas tribun VIP itu berlangsung sekitar 15menit sebelum aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi.
Saat jedah, kubu Gasma bersama para pendukungnya terus menerus berteriak meminta wasit Saada digantikan di babak kedua.

Wasit Diganti
Demi pertimbangan keamanan, Ketua Panitia Habibie Cup 2007 Andi Faizal A Sapada, mengabulkan permintaan kubu Gasma. Namun masalah belum juga selesai.
Saat pemain dua kesebelasan memasuki lapangan, wasit tidak muncul. Wasit dan hakim garis trauma mendapat perlakuan kasar dari pemain, ofisial tim, serta para penonton.
Setelah panitia bersama aparat keamanan meyakinkan keselamatan wasit di babak kedua, mereka baru keluar. Sesuai permintaan kubu Gasma dan Persipare, Saada kemudian digantikan oleh Dadang Talani.
Kerasnya permainan kedua tim membuat Dadang harus mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Persipare Junaid Ge’ly.
Lagi-lagi, pemain Persipare dan Gasma melakukan protes besar-besaran hingga ofisial dan pemain cadangan pun ikut masuk mengeroyok wasit pengganti itu.
Saat suasana tidak terkendali meskipun aparat keamanan sudah masuk melerai, pemain Gasma, Muzakkir, berhasil melayangkan tendangan ke dada kanan Dadang yang memaksanya mengeluarkan kartu merah.

Wasit Mogok
Tidak terima rekannya diganjar kartu merah, pemain, ofisial, hingga pelatih Gasma Ayyub Khan pun ikut masuk ke lapangan.
Seluruh perangkat pertandingan akhirnya meninggalkan lapangan menuju ruang ganti dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan meski terus menerus dikejar kubu Gasma.
Tim asuhan Ayyub itu pun sempat meninggalkan lapangan dan mengancam tidak akan melanjutkan pertandingan. Tapi tidak lama berselang, mereka kembali masuk dan siap bertanding.
Kali ini, wasit menolak untuk memimpin pertandingan karena menilai para pemain sudah tidak bisa lagi menahan diri.
“Kejadian pengeroyokan terhadap kami sudah terjadi dua kali. Tidak ada jaminan kami bisa selamat karena pemain sepertinya tidak ingin main bola tapi hanya ingin berkelahi dan memukuli kami,” kata Dadang.
Setelah berembuk dengan manajer kedua tim, aparat keamanan, dan panitia, akhirnya diputuskan untuk melanjutkan pertandingan keesokan harinya, Rabu (27/6), pukul 08.00 wita.

saling lempar di habibie cup

  • Saat turun minum, Saada didatangi dan dipukuli pemain Gasma
  • Pendukung Persipare dan Gasma terlibat saling lempar
  • Babak kedua tertunda sekitar 35 menit akibat aksi mogok Gasma dan wasit
  • Memasuki babak kedua, keributan kembali terjadi setelah Muzakkir (Gasma) diganjar kartu merah karena menendang wasit
  • Panitia dan inspektur pertandingan memutuskan melanjutkan pertandingan tanpa penonton, pagi ini. (mih/rip)

PAREPARE — Ambisi PSM Makassar dan Perspin Pinrang untuk meraih Piala Bergilir Habibie Cup yang sudah lama lepas gagal. Dalam pertarungan di babak perempat final (delapan besar) di Stadion Gelora Mandiri Parepare, Senin 25 Juni, kedua tim tersebut tersingkir setelah kalah dari lawan-lawannya lewat drama adu penalti.PSM yang bermain imbang 0-0 di babak normal takluk dari Gasma Enrekang dengan skor 0-2 dalam adu penalti. Empat eksekutor PSM dari lima yang disiapkan, yaitu Aditya Putra Dewa, Iqbal Amir, M Aidil, dan Suhardi, tak berhasil melesatkan gol dari titik putih. Nakir yang menjadi eksekutor kelima PSM tak menendang karena PSM sudah kalah 0-2.

Sementara dari lima penendang Gasma Enrekang, Akbar Mallarangan, Muzakkir, Anto, Risman, serta Ichsan, dua di antaranya sukses mengeksekusi bola penalti. Keduanya adalah Akbar dan Ichsan. “Kekalahan ini lebih karena faktor mental pemain saja. Pemain-pemain kami yang masih muda belum bisa mengatasi tekanan,” dalih pelatih PSM, Bahar Muharram.

Hal senada diungkapkan manajer PSM, Yusuf Gunco. “Pemain sudah bermain luar biasa sepanjang pertandingan. Namun, dewi fortuna lebih berpihak pada lawan,” katanya.

Meski menang, pelatih Gasma Ayub Khan memberikan pujian ke PSM. “PSM main bagus. Namun pemain kami lebih matang dan punya pengalaman,” ujar Ayub.

Pada pertandingan jam kedua, Perspin juga dipaksa out dari turnamen ini setelah kalah dari PS Sandeq Polman. Mereka takluk 3-4 setelah melalui drama adu penalti. Di babak normal, kedua tim bermain imbang 1-1. Sandeq unggul lebih dulu lewat gol Irianto pada menit ke-26 dan dibalas Supardi di menit ke-56. Saat adu penalti, Perspin hanya memasukkan dua gol, sementara Sandeq memasukkan tiga gol.

“Dari awal, saya memang sudah menyiapkan algojo penalti. Antisipasi kami ternyata berbuah hasil positif. Kami bisa menang dan melaju ke semifinal. Untuk permainan di babak normal, anak-anak sedikit tegang. Buruknya lapangan juga membuat stamina mereka cepat drop,” kata pelatih Sandeq, Ahmad Syukri.

Kubu Perspin sangat kecewa dengan kekalahan ini. Apalagi, tim Bakka Lolona Sawitto baru ikut kali ini setelah tujuh tahun absen dari turnamen paling akbar di Sulsel ini. “Tim kami sudah berjuang maksimal. Tapi keberuntungan tak berpihak ke Perspin,” ujar pelatih Perspin M Saleh Subhana. (amr)

KUBU Persim Maros sepertinya menyadari betul posisinya yang di ujung tanduk. Tak heran, jika mereka khawatir Perspin Pinrang dan Gasma Enrekang yang bertanding pada partai penentuan, 22 Juni akan memainkan sepak bola gajah –sebuah istilah di Indonesia yang dipakai untuk sebuah pertandingan yang skornya sudah diatur.

“Kami berharap mereka (Gasma dan Perspin, red) tidak memainkan sepak bola gajah. Karena itu, mereka tetap harus main normal dan mengedepankan fair play,” kata pelatih Persim, Syamsuddin Battola.

Menangggapi hal itu, pelatih Gasma, Ayub Khan menepis adanya niat untuk memainkan sepak bola gajah untuk menggugurkan Perspin. “Dalam kamus saya, tidak ada istilah main mata. Kami tetap akan menjunjung tinggi sportivitas,” tegas Ayub.

Pelatih Perspin M Saleh Subhana juga mengaku tidak pernah memikirkan pengaturan skor dengan Gasma. Karena itu, timnya tetap akan bermain normal dan berusaha untuk menang.

“Kami akan tampil habis-habisan. Karena partai ini memang sangat menentukan. Kami juga sudah menyiapkan sedikit pembenahan di tim untuk meredam Gasma,” janji Saleh. (amr)

Tauziyah dan Silaturahmi Aziz di Enrekang

MAKASSAR–Silaturahmi dan tablig akbar yang digelar kandidat gubernur Koalisi Keumatan dan Kebangsaan, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar di Malua, Enrekang, Sabtu malam berlangsung meriah. Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung dan sejumlah pejabat pemkab Enrekang bahkan turut hadir dalam kegiatan itu.Juru bicara Koalisi Keumatan dan Kebangsaan, Andi Mariattang mengatakan selain bupati, beberapa camat dan kepala desa juga berbaur dengan ribuan jemaah yang memadati tablig akbar itu.

“Ini menjadi kunjungan silaturahmi Pak Aziz yang paling meriah. Di Enrekang memang pak Aziz rutin menggelar pengajian dan tablig akbar,” kata Mariattang.

Di samping tablig akbar, Ketua Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulsel itu juga menggelar tauziyah dari masjid ke masjid.

Mariattang menambahkan dalam kunjungannya ke bumi massenrempulu itu, Aziz menginap di rumah Camat Sudu, Kamaruddin. Di kampung itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulsel ini juga menyampaikan ceramah subuh di masjid.

Dalam orasinya, Aziz mengatakan Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan sosial politik masyarakat.

Sunatan Massal

Minggu kemarin, Aziz menghadiri sunatan massal gratis 100 anak-anak kaum dhuafa di kampus pondok pesantren Hidayatullah kompleks Bumi Tamalanrea Permai. Pondok pesantren ini memang didirikan Aziz.

Menurut Mariattang, kendati digelar di pondok pesantren milik Aziz, kegiatan sosial Minggu kemarin itu bersih dari nuansa politis. Tidak ada sama sekali spanduk dan atribut Aziz Qahhar-Mubyl Handaling yang dipajang. (har)

MAKASSAR–Sejumlah pejabat kabupaten di Sulsel mengaku sudah siap mencairkan gaji ke-13 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat negara dalam lingkup kerja mereka. Kesiapan pemkab se-Sulsel itu, ditegaskan kepada Fajar, kemarin.Seperti diinformasikan sebelumnya (baca Fajar edisi Sabtu 16 Juni) pembayaran gaji ke-13 sudah dipastikan setelah keluarnya Perdirjen Perbendaharaan Depkeu No Per-33/PB/2007. Meski demikian, peraturan yang telah diteken Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo itu, diakui pemerintah kabupaten belum dikantongi.

Asisten III Pemkab Pinrang, Islamuddin SH MH, mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran senilai Rp12 miliar yang diperuntukkan bagi PNS dan penjabat negara.

Meski demikian, pembayaran tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, kata dia berargumen, pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari pusat terkait dengan pembayaran tersebut.

“Kami tinggal menunggu petunjuk dari pusat terkait dengan pembayaran tersebut. Kami pastikan, gaji-13 bakal dicairkan setelah petunjuk itu sudah ada di tangan kami,” ujarnya saat dikonfirmasi Fajar, kemarin.

Untuk merealisasikan janjinya, Islamuddin yang mengaku berada di Makassar saat dikonfirmasi memastikan jika pembayaran gaji-13 bakal dirampungkan pemerintah Kabupaten Pinrang bulan Juni ini.

Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar, Dakhyar Daraba. Kata Dakhyar, pihaknya akan segera melakukan pembayaran jika sudah menerima surat petunjuk dari pusat. “Jika Senin (18 Juni) mendatang kita terima petunjuk (pusat), maka kita langsung bayar,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk tahun ini pihaknya menyediakan anggaran sebesar Rp11 miliar. Alokasi anggaran tersebut bakal dicairkan untuk membayar lima ribu pengawas plus guru-guru. Kendati demikian, jumlah ini belum mengalami pemotongan pajak.

“Bersihnya anggaran setelah jumlah itu dipotong pajak, hanya berkisar Rp9 miliar,” tambahnya.

Sementara Pemkab Enrekang baru akan membahas pembayaran gaji ke-13 tersebut pada Senin, besok. Bupati Enrekang, H Latinro Latunrung mengatakan, pihaknya belum mengambil langkah apa-apa terkait dengan pembayaran gaji-13 tersebut. Kendati demikian, dia tetap optimis jika pembayaran itu bakal dirampungkan pada bulan ini juga.

“Senin nanti (besok), mengenai jumlah anggaran dan batas waktu pembayaran baru akan ditentukan,” tukasnya.

Tahun ini, pemerintah kabupaten Enrekang bakal membayarkan gaji-13 terhadap 4.079 PNS dan penjabat negara. Rincian pembayaran ini terdiri atas tenaga guru berjumlah 1.759 orang, non guru 2.092 orang, dan petugas kesehatan berjumlah 228 orang.

Bagaimana dengan Pemkab Bulukumba dan Pemkab Bantaeng? Informasi yang diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bulukumba menyebutkan, Pemkab Bulukumba telah menyiapkan Rp14 miliar untuk pembayaran gaji ke-13 dalam lingkup Pemkab Bulukumba.

Pemkab Bantaeng pun sama, pemerintahnya telah menyiapkan dana Rp4 miliar. Informasi ini diperoleh dari Bagian Keuangan Pemkab Bantaeng.

Dari Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan, pembayaran gaji-13 PNS di lingkup Pemprov Sulbar direncanakan baru dibayarkan pada awal Juli mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Sulbar, Samiran, kemarin.

“Bendahara Setda sementara menyusun rekapitulasi anggarannya berdasarkan jumlah PNS per SKPD. Rekapitulasi anggarannya kemungkinan telah dapat diketahui pekan depan,” jelas Samiran.

Kendati dibayakan bulan Juli mendatang, pemerintah setempat telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk percepatan proses pembayaran.
“Demi efisiensi pembayaran, administrasinya dipusatkan di sekretariat daerah,” ujarnya.

Pembayaran gaji ke-13 tersebut, kata dia, juga sangat bergantung pada kecepatan bendahara masing-masing Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) memasukkan Surat Permintaan Pencairan Dana (SP2D).

“Gaji ke-13 ini telah diprogramkan dalam APBD 2007 Sulbar. Mekanisme pembayarannya akan dilihat kembali, apakah diserahkan ke masing-masing SKPD seperti pembayaran gaji bulanan atau dipusatkan di Setda untuk lebih mempercepat,” tandasnya. (cr7-k4-k3-nas-adn-sul)

Pare-Pare-Persaingan berebut posisi top skorer di hari ketiga Turnamen Habibie Cup XVII mulai terlihat. Saat ini, tiga nama menempati posisi teratas dengan koleksi dua gol. Ketiga pemain itu yakni, striker Gasma Enrekang, Akbar Mallarangan, striker Persipangkep, Iccang, serta gelandang Gasta Takalar, Rahimullah. Hanya saja, dari tiga nama itu, peluang Rahimullah hampir pasti tertutup.

Pasalnya, setelah takluk dari Persipangkep, Gasta harus tersingkir dari turnamen ini. Rahimullah sendiri, kemarin kembali mencetak satu gol cantik ke gawang Pangkep lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Satu gol lainnya diciptakan Rahimullah lewat eksekusi bola mati ke gawang Persipare di laga pembuka even ini.

Iccang sendiri, di pertandingan perdana Persipangkep berhasil menyarangkan dua dari tiga gol ke gawang Gasta. Dua gol itu menempatkan dia sejajar dengan Akbar yang satu hari sebelumnya juga menciptakan dua gol bagi Gasma.”Saya bersyukur bisa menciptakan gol. Ini berkat strategi jitu pelatih dan bantuan teman-teman. Mudah-mudahan di partai berikutnya, saya bisa menambah pundi-pundi gol saya,” kata Iccang usai pertandingan kemarin.

Iccang sendiri bukan baru kali pertama mencicipi Habibie Cup. 2005 lalu, ia sempat membela PSM Makassar. Saat itu, pemain mungil ini berhasil mencetak lima gol. “Saya berharap bisa mencetak lebih banyak gol lagi. Ini penting untu mewujudkan ambisi saya menjadi top skor tahun ini,” ujarnya. (amr)

Laman Berikutnya »