ENREKANG–DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Enrekang mewajibkan semua figur yang melamar sebagai kandidat calon bupati di partai ini untuk membayar uang ketok pintu sebesar Rp20 juta. Tetapi menurut Sekretaris Tim Pilkada PAN Enrekang, Tamar Jaya, uang itu hanya persyaratan administrasi untuk membuktikan keseriusan figur bersangkutan maju dalam pilkada.”Pengambilan formulirnya memang gratis. Dan siapapun boleh datang mengambilnya. Namun saat pengembalian formulir untuk didaftar secara resmi sebagai balon Bupati, mereka harus menyetor uang ketuk pintu” Terang Tamar jaya.

pan

Tamar juga mengakui bahwa berdemokrasi itu pasti butuh biaya dan orang yang ingin bertarung untuk memperebutkan posisi nomor satu di bumi massenrempulu lewat pintu PAN, harus tunduk pada aturan dan mekanisme yang telah disepakati oleh partai.
“Termasuk bersedia untuk membayar uang administrasi itu”
Kuncinya.

Kajari Maros
Kepala Kejaksaan Negeri Maros, Yusuf Handoko termasuk salah satu figur yang mengadu nasib di PAN Enrekang. Kamis kemarin, Yusuf mengembalikan berkasnya ke sekretariat DPD PAN Enrekang. Saat mengembalikan berkas, Yusuf diantar ribuan massa pendukungnya.
Berkas dan formulir Yusuf diterima Ketua DPD PAN Nur Syamsi dan wakil Ketua PAN sekaligus Ketua Tim Pilkada, Syafruddin.

Usai menyerahkan formulirnya, Yusuf Handoko, berjanji akan mengutamakan penegakan supremasi hukum, terutama hal-hal yang menyangkut penyalagunaan keuangan daerah. Selain itu dia juiga berjanji akan memperhatikan masalah peningkatan pembangunan dibidang infrastruktur dan SDM orang-orang massenrempulu jika terpilih kelak.
Sampai Kamis kemarin, PAN Enrekang sudah menerima berkas tiga kandidat. Selain Yusuf Handoko, mantan Wakil Kepala Dinas Prasarana Wilayah Sulsel, Rahman Iskandar dan mantan Rektor Universitas 45 Makassar, Darwis Panguriseng juga sudah mengembalikan berkas. (k4)

Iklan