ENREKANG, BKM – Hingga hari terakhir pendaftaran bakal calon (balon) bupati Enrekang periode 2008-2013 yang akan melewati pintu Partai Amanat Nasional (PAN), 7 Juni 2007, tercatat sebanyak 10 orang yang terdaftar dan telah mengambil formulir. Yusuf Handoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros juga terdaftar, bahkan telah mengembalikan formulirnya.

Selain Yusuf, ada pula HM Lody Sindangan (wakil bupati Enrekang sekarang), Rahmana Iskandar (pensiunan), H Abdul Majid Karumpa (pengusaha), Sutrisno (PNS), H Darwis Panguriseng (pendidik), Muh Hasbi Thala (pengurus PAN), H Syamsul Aman (Widyaiswara Lemhanas) dan H. Abd. Hamid Mappa (mantan anggota DPR RI). “Hingga penutupan pendaftaran, ada 10 orang yang mendaftar sebagai kandidat calon bupati yang akan diusung PAN di pilkada Enrekang,” kata Tamar Jaya, sekertaris panitia tim pilkada calon bupati Enrekang dari PAN.
Dari keseluruhan calon yang terdaftar, sebagian diantaranya telah mengembalikan formulir pendaftaran. Yaitu Rahman Iskandar, Darwis Panguruseng, M Yusuf Handoko, H. Syamsu Aman dan H Abd Hamid Mappa. “Baru ada lima orang yang mengembalikan formulir,” kata Tamar.
Pada saat mengembalikan formulir pendaftaran, Yusuf Handoko melakukan hal yang berbeda dengan calon lain. Jika calon lain hanya diwakili, Kajari Maros itu datang langsung dan diantar ratusan masyarakat simpatisan ke kantor sekretariat DPD PAN Enrekang di Jl HOS Cokrominoto. Akibatnya, kemacetan arus lalulintas tidak dapat dihindari. Rombongan Yusuf diterima oleh petinggi PAN.
Ketua panitia, Syafruddin yang juga Wakil Ketua DPRD Enrekang mengatakan, PAN terbuka bagi siapaun yang ingin maju membangun Massenrempulu. “Sekarang jamannya demokrasi. Kadi kita terbuka untuk belajar demokrasi,” kata dia.
Yusuf Handoko kepada wartawan usai mengembalikan formulir, mengatakan niatnya maju sebagai bakal calon bupati Enrekang semata-mata hanya ingin membangun Massenrempulu, khususnya di bidang yang sangat jauh tertinggal dari daerah lain. “Insya allah saya akan membawa Enrekang ke arah yang lebih baik dari sekarang,” kata Yusuf. Dia memilih PAN sebagai pintu, karena partai ini dinilai sangat cocok dengan visinya sebagai penegak hukum. “Nafas PAN visinya sama dengan saya sebagai penegak hukum,” imbuhnya. (rahma)