KUBU Persim Maros sepertinya menyadari betul posisinya yang di ujung tanduk. Tak heran, jika mereka khawatir Perspin Pinrang dan Gasma Enrekang yang bertanding pada partai penentuan, 22 Juni akan memainkan sepak bola gajah –sebuah istilah di Indonesia yang dipakai untuk sebuah pertandingan yang skornya sudah diatur.

“Kami berharap mereka (Gasma dan Perspin, red) tidak memainkan sepak bola gajah. Karena itu, mereka tetap harus main normal dan mengedepankan fair play,” kata pelatih Persim, Syamsuddin Battola.

Menangggapi hal itu, pelatih Gasma, Ayub Khan menepis adanya niat untuk memainkan sepak bola gajah untuk menggugurkan Perspin. “Dalam kamus saya, tidak ada istilah main mata. Kami tetap akan menjunjung tinggi sportivitas,” tegas Ayub.

Pelatih Perspin M Saleh Subhana juga mengaku tidak pernah memikirkan pengaturan skor dengan Gasma. Karena itu, timnya tetap akan bermain normal dan berusaha untuk menang.

“Kami akan tampil habis-habisan. Karena partai ini memang sangat menentukan. Kami juga sudah menyiapkan sedikit pembenahan di tim untuk meredam Gasma,” janji Saleh. (amr)