PAREPARE — Ambisi PSM Makassar dan Perspin Pinrang untuk meraih Piala Bergilir Habibie Cup yang sudah lama lepas gagal. Dalam pertarungan di babak perempat final (delapan besar) di Stadion Gelora Mandiri Parepare, Senin 25 Juni, kedua tim tersebut tersingkir setelah kalah dari lawan-lawannya lewat drama adu penalti.PSM yang bermain imbang 0-0 di babak normal takluk dari Gasma Enrekang dengan skor 0-2 dalam adu penalti. Empat eksekutor PSM dari lima yang disiapkan, yaitu Aditya Putra Dewa, Iqbal Amir, M Aidil, dan Suhardi, tak berhasil melesatkan gol dari titik putih. Nakir yang menjadi eksekutor kelima PSM tak menendang karena PSM sudah kalah 0-2.

Sementara dari lima penendang Gasma Enrekang, Akbar Mallarangan, Muzakkir, Anto, Risman, serta Ichsan, dua di antaranya sukses mengeksekusi bola penalti. Keduanya adalah Akbar dan Ichsan. “Kekalahan ini lebih karena faktor mental pemain saja. Pemain-pemain kami yang masih muda belum bisa mengatasi tekanan,” dalih pelatih PSM, Bahar Muharram.

Hal senada diungkapkan manajer PSM, Yusuf Gunco. “Pemain sudah bermain luar biasa sepanjang pertandingan. Namun, dewi fortuna lebih berpihak pada lawan,” katanya.

Meski menang, pelatih Gasma Ayub Khan memberikan pujian ke PSM. “PSM main bagus. Namun pemain kami lebih matang dan punya pengalaman,” ujar Ayub.

Pada pertandingan jam kedua, Perspin juga dipaksa out dari turnamen ini setelah kalah dari PS Sandeq Polman. Mereka takluk 3-4 setelah melalui drama adu penalti. Di babak normal, kedua tim bermain imbang 1-1. Sandeq unggul lebih dulu lewat gol Irianto pada menit ke-26 dan dibalas Supardi di menit ke-56. Saat adu penalti, Perspin hanya memasukkan dua gol, sementara Sandeq memasukkan tiga gol.

“Dari awal, saya memang sudah menyiapkan algojo penalti. Antisipasi kami ternyata berbuah hasil positif. Kami bisa menang dan melaju ke semifinal. Untuk permainan di babak normal, anak-anak sedikit tegang. Buruknya lapangan juga membuat stamina mereka cepat drop,” kata pelatih Sandeq, Ahmad Syukri.

Kubu Perspin sangat kecewa dengan kekalahan ini. Apalagi, tim Bakka Lolona Sawitto baru ikut kali ini setelah tujuh tahun absen dari turnamen paling akbar di Sulsel ini. “Tim kami sudah berjuang maksimal. Tapi keberuntungan tak berpihak ke Perspin,” ujar pelatih Perspin M Saleh Subhana. (amr)

Iklan