MAKASSAR — Seorang karyawan rumah bernyanyi Happy Puppy, Suhartini alias Tini, 19, ditemukan tewas di kamar kosnya Pondok Armiyati, Jl Rappocini Lr 9 No 9B, sekitar pukul 14,00 Wita, Minggu, 8 Juli. Dugaan sementara, Suhartini tewas karena overdosis.Korban yang berasal dari Enrekang ini, awalnya ditemukan Afdal, seorang mahasiswa yang tinggal di Pondok Al Amin Jl Mannuruki II, ketika datang bertamu di kamar milik korban Minggu siang kemarin.

Afdal yang masih satu kampung dengan korban kaget ketika melihat kondisi korban sudah kaku. Dari mulut dan hidung keluar busa serta darah segar. Dia pun berteriak histeris dan menyampaikan kepada rekan-rekannya yang berada di sebelah kamar Tini. “Saya kaget waktu mau bertamu. Pas buka pintu, saya lihat dia sudah mati. Saya panggil Hastuti yang berada di kamar sebelah korban, dan bersama-sama masuk melihatnya. Tapi kita tidak sentuh korban,” kata Afdal kepada polisi.

Saat petugas Polsek Rappocini yang dipimpin Kapolres Rappocini, AKP Ahmad Mariadi dan Kanit Serse Polsek Rappocini, Ipda Nur Adnan mendatangi lokasi kejadian, kondisi korban terlihat sangat mengenaskan. Tubuh korban hanya tertutup selembar kain berwarna cokelat hingga bagian dada, tidur terlentang sambil kedua tangannya kaku terlipat. Di samping korban, terdapat satu botol minuman yang dibungkus plastik hitam, serta bekas muntah korban yang terdapat dalam satu baskom.

Sementara di tembok bagian depan, juga terdapat bungkusan obat berbagai jenis dalam sebuah kantong plastik. Di antaranya, obat Rifampicilin dan Athambutol. Obat-obat tersebut kemudian disita aparat kepolisian, beserta barang bukti lain berupa gelas kecil, botol, dan sejumlah makanan ringan.

Seorang saksi Hastuti, yang tinggal di Jl Emmy Saelan, mengaku terakhir melihat korban di tempat kos salah satu temannya, pukul 19.00 Wita, tadi malam. “Tapi tidak lama kemudian dia pergi. Katanya mau ke rumah sakit,” terang Hastuti, yang juga asal Enrekang.

Sementara saksi Syarif, 24, tetangga kamar korban, mengaku terakhir melihat korban Sabtu malam. Hanya saja, tidak terdapat tanda apa pun.

“Saya malah tidak mendengar apa-apa di kamar sebelah. Saya juga tidak melihat dia pulang kerja,” terang Syarif saat diminta keterangannya oleh polisi. Untuk sementara, Syarif dan Afdal diminta keterangannya oleh polisi.

Ketua RT D Kelurahan Buakana Kec Rappocini, Mustamin kepada Fajar mengatakan, berdasarkan laporan pemilik tempat kos, H Kartia, karyawan bekerja sebagai karyawan di rumah bernyanyi Happy Puppy. Hanya saja, Mustamin mengaku, jarang melihat korban.

“Saya kurang kenal korban, tapi ada laporannya kepada kita,” terangnya.

Dugaan sementara korban tewas akibat overdosis, setelah mengonsumsi obat karena penyakit yang dideritanya. Hanya saja, Kapolres Rappocini, AKP Ahmad Mariadi melalui Kanit Serse, Ipda Nur Adnan di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) mengatakan, penyebab kematian korban belum bisa disimpulkan.

“Kita belum bisa simpulkan, kita menunggu hasil visum RS,” terangnya.

Sementara Supervisor Happy Puppy, Agustien yang dikonfirmasi, mengakui jika Suhartini merupakan karyawan yang berkerja di rumah bernyayi ini. Menurut Titin –sapaan Agustien– Tini terakhir masuk kantor dua hari lalu (Jumat, red). “Dia kemudian minta izin pulang karena penyakit lever yang diderita,” terangnya. (syn)