Dari Total Rp25,6 M Deal Lelang Komodi Agro ke-17

MAKASSAR — Dua varietas beras IR64 dan Ciliwung, berhasil mencatat transaksi terbesar pada lelang komoditi agro ke-17 yang digelar di P3ED Sulsel kemarin. Kedua varietas tersebut diorder pengusaha asal Jawa sekitar Rp16,433 miliar lebih.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel H Amal Natsir, pada Fajar usai lelang digelar mengatakan perolehan transaksi ini menunjukkan tren peningkatan dari kegiatan sebelumnya. Peserta dan komoditinya pun kian variatif.

“Ini menunjukkan bahwa penjualan langsung untuk mendapatkan harga berdasarkan kesepakatan sangat efektif. Karena itu kita akan terus mengembangkan, agar bisa menjadi media pemasaran komoditi-komoditi unggulan Sulsel,” urai Amal Natsir.

Sementara Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri Hadi Basalama, menyebutkan pada lelang spot yang terjadi kemarin, total transaksi mencapai Rp25,642 miliar lebih. Dari total transaksi itu, dua varietas beras (IR64 dan Ciliwung) berada di puncak dengan nilai transaksi sekitar RpRp16,434 miliar.

Selain beras, kacang tanah juga berhasil mencatat transaksi yang signifikan yakni sekitar Rp1,6 miliar, kelapa (kopra) Rp5,04 miliar, marica (lada) Rp1,66 miliar serta rumput laut jenias glacilaria Rp428 juta.

Komoditi lain mencetak transaksi adalah cabe merah besar asal Enrekang denga nilai sekitar Rp285 juta, komoditi jahe Rp140 juta, jeruk pamelo Rp56 juta. “Kegiatan ini terus meningkat dari waktu ke waktu, baik nilai transaksi, jenis komoditi maupun pesertanya,” kata Hadi Basalama.

Lelang Spot Enrekang
Lelang komoditi agro ke XVII kemarin, selain mencatat transaksi yang signifikan, juga melahirkan sesuatu yang baru. Yakni, keinginan Kabupaten Enrekang untuk menggelar lelang spot pada Agustus mendatang.

Rencana tersebut, dipaparkan langsung Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, yang hadir dalam lelang komoditi agro ke XVII kemarin. “Kami memiliki banyak komoditi mulai dari palawija hingga buah-buahan. Bagi yang berminat, kami mengharapkan menghadiri lelang spot yang rencananya akan kami gelar
Bupati, akan lelang spot awal Agustus di Enrekang,” kata La Tinro.

Menurutnya, melalui lelang spot ini maka komoditi-komoditi unggulan asal Enrekang yang selama ini belum diserap seluruhnya oleh pasar lokal dapat dimanfaatkan oleh pengusaha dari luar. “Kami berharap lelang itu bisa membantu pemasaran komoditi-komoditi unggulan asal Enrekang,” kata La Tinro yang diberikan waktu khusus memaparkan rencananya menggelar lelang spot awal Agustus mendatang. (upi)

Iklan