ENREKANG (Fajar)– Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang, Tenriangka Mori, diperiksa empat jam di Kejari Enrekang, Senin, 6 Agustus. Pemeriksaan itu terkait kasus dugaan penyimpangan dana MTQ sebesar Rp1,8 miliar.Tenriangka tiba di Kejari Enrekang sekitar pukul 09.00 Wita dengan menggunakan mobil pribadi DD 9 LH. Dia langsung menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Intel, Andarias. Pemeriksaan tersebut berakhir pukul 13.00 Wita.

Usai menjalani pemeriksaan, Tenriangka kepada wartawan menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini hanya untuk melengkapi data dan keterangan yang masih dubutuhkan jaksa. Dia mengaku diperiksa sebagai Ketua panitia kegiatan MTQ yang digelar di Enrekang pada April 2006 lalu.

Dia menambahkan, alasan dirinya enggan bertanda tangan dalam kuitansi pengeluaran panitia, karena mensinyalir banyak kuitansi dalam laporan pertanggungjawaban itu bermasalah. Banyak yang tidak sesuai dengan pengeluaran yang sesunguhnya.

“Kalau saya bertanda tangan, berarti saya mengakui pengeluaran tersebut. Saya tidak mau mengakui pengeluaran itu sebelum ada kejelasan hukum. Karena kalau saya bertanda tangan, nanti saya yang dipenjara,” ungkapnya.

Secara peribadi, dia menginginkan agar masalah ini dituntaskan secara hukum, agar pihak yang berbuat salah dikenakan sanksi. Dia juga minta kepada semua pihak agar memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada pihak kejaksaan untuk menyelesaikan kasus ini.

Kasi Intel Kejari Enrekang, Andarias, menyatakan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, karena masih dalam tahap penyelidikan.”Pemanggilan Tenriangka bukan sebagai tersangka namun hanya sebagai saksi,” ujarnya singkat.

Andarias enggan berkomentar lebih jauh mengenai Pimpinan proyek kegiatan MTQ yang saat ini menjabat sebagai Kabag Sosbud Pemkab Enrekang, Lateng, juga terlihat di Kantor Kejari Enrekang kemarin. Dia datang usai pemeriksaan Tenriangka dilakukan.

“Saya ke sini tidak untuk diperiksa. Hanya datang bertanda tangan, karena beberapa waktu lalu saya sudah diperiksa,” jelasnya. (k4)

Iklan