ENREKANG(Fajar)– Dua proyek pembangunan sarana air bersih di Enrekang segera dimulai pekerjaannya. Hal ini setelah rekanan yang memenangkan tender mega proyek ini, melapor ke Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung, Selasa 21 Agustus malam, di rumah jabatan bupati Enrekang.Proyek yang akan dikerjakan PT Alaska tersebut, yakni pembangunan sarana air bersih di wilayah Duri Komplek dan Kecamata Maiwa. Kedua proyek tersebut menghabiskan anggran Rp86 miliar lebih. Rp20 miliar di antaranya merupakan dana APBD yang disediakan pemerintah Kabupaten Enrekang.

Kasubid Wilayah II Direktorat Pembangunan Sarana Air Minum Dirjen Ciptakarya dan PU RI, Ir Sardjiono, saat ditemui wartawan di rumah jabatan bupati Enrekang mengatakan bahwa, proyek ini merupakan satu-satunya dalam tahun 2007, sehingga Pemkab Enrekang patut berbangga.

Disebutkan bahwa proyek ini diperkirakan mampu melayani 1.000 KK di Kecamatan Maiwa. Dan produksi air ini bisa langsung diminum, karena menggunakan teknologi bio kimia.

“Untuk warga di wilayah Duri Komplek, (Kecamatan Malua, Baraka, Anggeraja, Alla dan Buttu batu), sumber airnya akan dialirkan dari Sungai bongso, dengan kapasitas 70 liter per detik,” ujar Sardjiono yang didampingi La Tinro La Tunrung dan Dirut PDAM Enrekang, Abdul Saman Bompeng.

Untuk wilayah Maiwa tambah Sardjiono, pihaknya menargetkan bisa beroperasi awal Desember 2007. Wilayah Duri, target awal hanya akan melayani Kecamatan baraka, empat kecamatan lainnya ditarget akan terlayani pada 2008.

“Proyek besar ini diberikan ke Enrekang karena kemampuan pemerintahnya melakukan nego di pusat. Selain itu, Enrekang juga berani menyiapkan APBD untuk air bersih sebesar Rp20 miliar,” kuncinya. (k4)