ENREKANG(Fajar)– Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Enrekang, Dr Hj Iriani mensiyanlir data warga miskin (gakin) yang selama ini jadi acuan pemberian pelayanan askeskin di Massenrempulu, dimark up.Menurut Iriani, banyak pengguna askeskin yang pada saat datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat, justru berpenampilan mewah. “Ini kejadian yang saya lihat langsung, masa ada peserta askeskin yang di leher dan tangannya bergantung emas puluhan gram.

Bergaya dengan HP lagi,” paparnya dalam forum sosialisasi advokasi dan monitoring askeskin yang berlangsung di gedung PKK Enrekang, Senin, 27 Agustus.

Mantan direktur RSU Massenrempulu ini mengaku heran karena data gakin tersebut baru membengkak pada saat ada program askeskin. “Bayangkan kuota yang dipatok oleh pemerintah pusat dan dijamin PT askes hanya 52 ribu gakin. Namun tahun ini membengkak menjadi 67 ribu lebih,” ungkap Iriani.

Ia juga curiga banyak warga Enrekang yang benar-benar miskin tapi tidak terdata, dan yang terdata sebagai penerima askeskin justru orang-orang yang tidak berhak alias keluarga mampu.

Dalam kesempatan itu, pakar kesehatan dari Unhas Prof Dr Alimin Maidin, MPA mengatakan bahwa keluarga yang tergolong kurang beruntung dari segi ekonomi yang dikenal dengan istilah gakin (warga miskin) juga berhak atas pelayanan kesehatan, dan jika hak ini diabaikan oleh pemerintah maka berarti pejabat daerah telah menginjak-injak konstitusi negara.

“UUD 1945 dalam beberapa pasalnya telah mengatur dan memberikan jaminan hak kepada orang-orang miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, sebagaimana orang lain yang lebih beruntung,” paparnya.

Semestinya, lanjutnya, para penentu kebijakan, Bupati, camat, bahkan para kades berkomitmen pada diri sendiri untuk membebaskan warganya dari kemiskinan, sebelum masa jabatamnya berakhir. (k4)

Iklan