ENREKANG(Fajar)– Anggota Komisi II DPRD Enrekang, Rubing SH, dituntut Jaksa Penuntut Kejari Enrekang, Andarias SH, satu bulan penjara plus tiga bulan hukuman percobaan.Saat membacakan tuntutannya di PN Enrekang Rabu, 29 Agustus, jaksa menilai legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, terbukti melakukan
tindak kekerasan dan membuat tersinggung Kabag Sosbud Pemkab Enrekang, H Lateng.

Akibat perbuatan terdakwa lanjut jaksa, korban H Lateng tidak sempat berkantor selama tiga hari, karena merasa kesakitan dan malu. Dan itu dibuktikan dengan surat
keterangan hasil visum dokter dari Puskesmas Enrekang.

“Selain itu, berdasarkan keterangan saksi dalam persidangan, terdakwa Rubing juga terbukti menarik secara paksa tangan korban di depan umum, yang membuat H Lateng merasa tidak enak,” ujar Jaksa saat membacakan tuntutannya di depan majelis hakim, yang dibacakan oleh Tuwo SH.

Yang meringankan kata Jaksa karena terdakwa Rubing merupakan anggota DPRD yang masih dibutuhkan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, serta belum pernah dihukum. “Yang memberatkan karena terdakwa melakukan perbuatan ini didepan umum, serta membuat korban tidak bisa berkantor selama tiga hari,” tandasnya.

Usai mendengarkan tuntutannya, terdakwa Rubing langsung meminta kepada majelis hakim yang diketuai oleh Iwan SH agar dapat mengurangi hukumannya, karena menurut dia, dari beberapa saksi yang dihadirkan jaksa, tak satu pun yang mengaku melihat aksi pemukualn itu. Sidang dilanjutkan 10 September mendatang, dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim. (k4)